Pendapat dokter juga perlu jadi pertimbangan. Seperti diungkapkan dr. Kendara Seguara, seorang obgyn dari California, AS.
“Berhubungan seks tidak akan memicu persalinan alami jika tubuh Anda belum siap,” katanya.
Menurutnya, persalinan baru terjadi ketika hormon dan kondisi fisiologis tubuh betul-betul matang untuk melahirkan. Jadi, kalau bayi belum ‘siap keluar’, seks saja nggak akan memaksanya.
Kapan Sebaiknya Menghindari Seks?
Meski umumnya aman-aman saja untuk kehamilan sehat, ada beberapa kondisi dimana berhubungan intim justru nggak dianjurkan. Misalnya, kalau ketuban sudah pecah atau ada cairan yang merembes. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi kalau ada penetrasi atau bakteri yang masuk lewat vagina. Biasanya, dokter akan melarang seks sampai persalinan selesai.
Selain itu, hindari juga jika ada tanda-tanda infeksi atau perdarahan. Atau kalau Anda punya kondisi risiko tinggi seperti plasenta previa atau serviks yang lemah. Keadaan-keadaan itu butuh kehati-hatian ekstra.
Intinya, setiap kehamilan itu unik. Pengalaman satu ibu bisa sangat berbeda dengan ibu lainnya. Jadi, meski seks saat kontraksi ringan mungkin terjadi, yang paling bijak adalah selalu konsultasikan dulu dengan dokter kandungan atau bidan. Ceritakan kondisi spesifik Anda, baru putuskan langkah selanjutnya. Lebih baik hati-hati, kan?
Artikel Terkait
Dongeng Sebelum Tidur: Kisah Burung Hantu yang Belajar Rendah Hati
GTV Big Movies Sajikan Maraton Horor dan Laga, dari Lebah Pembunuh hingga Ular Raksasa
Setahun Tak Kunjung Hamil, Pakar Ungkap Pria Lebih Sering Jadi Penyebab
Jalan Damai Inara Rusli Ditolak, Kasus Pidananya Terus Berlanjut