Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'I Fardi Ramadhana Lillaahi Ta'Ala.
Artinya: Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu ramadhan Lillaahi Ta'ala.
Tapi ingat, niatnya jangan dicampur aduk. Niat puasa qadha yang hukumnya wajib ini harus berdiri sendiri, tidak disatukan dengan niat puasa sunnah. Ini prinsip dasar.
Kapan niatnya harus diucapkan? Sebaiknya malam hari, atau setidaknya sebelum fajar menyingsing saat makan sahur. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW:
“من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له”
"Siapa yang tidak menetapkan niat sebelum MURIANETWORK.COM, maka tiada puasa baginya".
Soal waktu pelaksanaan, usahakan secepat mungkin. Tapi kehidupan kadang berliku, belum sempat-sempat juga. Kalau begitu, batas akhirnya adalah bulan Sya'ban sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Ini bukan tanpa dasar. Dari Aisyah Ra., beliau berkata:
كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ
“Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, bagi Anda yang ingin melunasi utang puasa sekaligus meraih keutamaan puasa Senin, semoga ulasan singkat ini bermanfaat. Praktikkan ketika sudah siap, dan jangan lupa untuk selalu menyempurnakan niat hanya karena Allah Ta'ala.
Wallahu A'lam.
Artikel Terkait
Balinale Jalin Kerja Sama dengan Festival LeFIFA Kanada dan SXSW AS
Trump Sinyalkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran
Dokter Richard Lee Ditahan sebagai Tersangka Usai Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Malam Nuzulul Quran: Mengenang Turunnya Wahyu Pertama dan Hikmah bagi Umat