3. Salah Simpan, Rusak Sudah di Depan Mata
Jangan sembarangan menyimpan tas kulit. Meletakkannya di tempat lembap atau kena sinar matahari langsung itu resep bencana. Bisa timbul jamur, warna memudar, atau kulitnya mengelupas.
Solusinya? Simpan di dalam dust bag berbahan kain (bukan plastik) agar sirkulasi udaranya tetap baik. Lemari yang sejuk dan kering juga opsi bagus. Lemari kaca? Boleh juga, karena selain terlindung dari debu, kamu bisa mudah memantau kondisinya.
4. Air adalah Musuh Utama
Kulit dan air memang nggak akur. Menurut Old Town Leather Goods, paparan air yang intens bisa merusak tas secara permanen. Bahkan memicu jamur kalau nggak dikeringkan dengan benar.
Kalau kehujanan, segera tepuk-tepuk lembut dengan kain kering. Jangan digosok kasar. Dan yang paling penting: jangan dijemur di bawah terik matahari atau dikeringkan pakai hair dryer! Panas berlebihan justru memperparah kerusakan.
5. Mengabaikan Kerusakan Kecil
Goresan halus atau jahitan yang mulai lepas sering dianggap remeh. Padahal, dari situlah masalah besar biasanya berawal.
Kalau dibiarkan, kerusakan kecil bisa berkembang dan lebih sulit (serta mahal) diperbaiki. Untuk goresan ringan, coba oleskan leather conditioner. Tapi untuk jahitan yang longgar, lebih baik serahkan ke tangan profesional. Semakin cepat ditangani, harganya pun biasanya lebih ringan.
Artikel Terkait
Dearly Buka Suara: Ari Lasso Plin-plan, Suruh Hapus Foto Lalu Minta Muncul Lagi
Januari 2026: Minggu Penuh Tarik-Ulur untuk Refleksi dan Keputusan Zodiak
Mimpi Main Game: Bukan Sekadar Bunga Tidur, Tapi Cermin Hidup Nyata
Kopi vs Teh: Mana yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Tulang?