Motif dan Akhir Kisah yang Tak Terduga
Setelah diselidiki, motif Nisya ternyata cukup kompleks. Dia terobsesi menjadi pramugari, bahkan pernah mengikuti tes dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sekitar Rp30 juta. Sayangnya, dia gagal.
Rasa malu karena sudah mengeluarkan uang banyak dan gagal, diduga menjadi pemicunya. Daripada dianggap tidak berhasil, dia memilih jalan pintas yang salah: berlagak sebagai pramugari gadungan.
Lalu, dari mana dapat seragamnya? Ternyata, seragam dan atribut pramugari itu dibeli sendiri oleh Nisya dari sebuah toko online. Semuanya dia beli untuk mendukung 'perannya' itu.
Namun begitu, ada hal yang cukup mengejutkan dari akhir kasus ini. Batik Air, sebagai pihak yang dirugikan, memutuskan untuk tidak membawa masalah ini ke ranah hukum. Kedua belah pihak memilih berdamai.
Alasannya, menurut investigasi, tidak ditemukan indikasi tindak pidana yang serius. Nisya juga telah membuat pernyataan tertulis yang isinya janji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Begitulah cerita Nisya, si pramugari gadungan yang sempat menjadi buah bibir. Kasusnya memang aneh, tapi mungkin bisa jadi pelajaran. Terkadang, obsesi buta bisa membawa orang pada pilihan yang salah. Bagaimana menurutmu?
Artikel Terkait
Mimpi Merayakan Valentine Sendirian: Bukan Pertanda Buruk, Tapi Pesan dari Bawah Sadar
5 Tanaman Pembawa Hoki untuk Sambut Imlek 2026
Inara Rusli Ungkap Harmoni Keluarga dan Harapan Tersisa di Balik Pernikahan Sirinya
RCTI Luncurkan Microdrama, Cerita Singkat untuk Temani Sore Penonton