Dia juga mengamati perubahan perilaku masyarakat di musim hujan. Banyak yang lebih memilih jajan atau membeli makanan siap saji di luar rumah. Padahal, kebersihannya belum tentu terjamin. Menurut dr. Hayin, kunci utamanya ada pada meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Langkah itu bisa membantu menekan kasus diare di wilayahnya.
Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Tindakan sederhana justru sering kali paling efektif. Pertama, biasakan cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet. Kedua, pastikan makanan yang kita konsumsi dimasak sampai benar-benar matang. Air minum juga harus dipastikan bersih, lebih baik direbus dulu. Jangan lupa, kebersihan dapur dan tempat penyimpanan air wajib dijaga. Kontaminasi silang dari peralatan makan yang kotor sering jadi biang keladi.
Di sisi lain, kita harus peka dengan gejala awal. Jika perut mulai mulas, frekuensi BAB meningkat drastis, atau muncul tanda dehidrasi seperti lemas dan haus berlebihan, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Penanganan cepat sangat penting.
Pada akhirnya, memahami risikonya adalah langkah awal untuk waspada. Dengan hidup lebih bersih dan menjaga pola makan, kita bukan cuma melindungi diri sendiri. Upaya kolektif ini, didukung kolaborasi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, akan sangat berarti. Tujuannya satu: melewati musim hujan dengan tubuh yang sehat dan terhindar dari ancaman diare.
Artikel Terkait
Tasya Kamila dan Kontribusinya Pasca Beasiswa LPDP Tuai Pro-Kontra di Media Sosial
Jennie BLACKPINK Sumbang Rp1,5 Miliar dari Hasil Pameran Foto untuk Briket Lansia
Aqilla, 12 Tahun yang Pernah Bertemu Anies, Meninggal Setelah Lama Lawan Gagal Ginjal
Ahli Sarankan Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa Ramadan