Menjelang Final: Trimester Ketiga
Memasuki trimester akhir, perut yang membesar tentu membuat segalanya jadi lebih ribet. Beberapa dokter juga menyarankan kehati-hatian ekstra, karena orgasme bisa memicu kontraksi ringan. Meski pada kehamilan normal hal ini biasanya tidak berbahaya.
Seks di fase ini masih tergolong aman, kecuali jika Anda punya kondisi khusus. Misalnya plasenta previa, ketuban pecah dini, atau ada risiko persalinan prematur. Fokusnya adalah kenyamanan. Lakukan perlahan, dan berhenti jika merasa tidak nyaman.
Lalu, Kapan Harus Berhenti?
Meski aman, ada saat-saat tertentu dimana berhubungan intim justru berisiko. Menurut anjuran medis, sebaiknya ditunda atau dihindari jika Anda mengalami:
- Perdarahan dari vagina tanpa penyebab yang jelas.
- Punya riwayat persalinan prematur.
- Kondisi plasenta previa, dimana plasenta menutupi jalan lahir.
- Leher rahim yang lemah atau terlalu pendek.
- Ketuban sudah pecah lebih dini.
Kalau Anda mengalami salah satu kondisi di atas, langkah paling bijak adalah berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan.
Pada akhirnya, setiap kehamilan itu unik. Selama tidak ada larangan dari dokter, berhubungan seks saat hamil bisa dilakukan kapan saja. Trimester kedua sering jadi favorit banyak pasangan karena kondisi ibu yang lebih fit. Yang paling penting, perhatikan tubuh Anda, jaga komunikasi dengan pasangan, dan jangan sungkan untuk bertanya pada ahlinya jika ragu.
Artikel Terkait
Mandy Moore dan Rasa Syukur yang Berbaur Sedih Usai Dinyatakan Tak Akan Hamil Lagi
Kebohongan Ten-ten Terbongkar Jelang Malam Puncak Amelia
Denada Unggah Foto Lawas dengan Sang Ibu, Ungkap Rindu di Tengah Badai Isu
Pandji Pragiwaksono Sindir Publik dengan Cuitan Soal Tiket di Tengah Badai Hukum