Denada Unggah Foto Lawas dengan Sang Ibu, Ungkap Rindu di Tengah Badai Isu

- Jumat, 09 Januari 2026 | 15:50 WIB
Denada Unggah Foto Lawas dengan Sang Ibu, Ungkap Rindu di Tengah Badai Isu

JAKARTA - Unggahan Denada di media sosial tiba-tiba menyita perhatian. Bukan soal kasus yang sedang ramai, melainkan sebuah foto lawas bersama sang ibu, Emilia Contessa, yang telah berpulang. Foto hitam putih itu menampilkan momen hangat, dengan Denada memeluk ibunya sambil tersenyum. Nuansanya terasa sentimental dan personal.

Namun begitu, keterangan yang ditulisnya justru singkat dan menyentuh. Hanya sepenggal kalimat berbahasa Inggris.

"Hi Ma, I miss you," tulis Denada, Jumat (9/1/2026) lalu.

Ungkapan rindu itu langsung membanjiri kolom komentar dengan dukungan. Sepertinya, di tengah hiruk-pikuk pemberitaan, penyanyi itu sedang mencari ketenangan dan doa. Publik pun menangkap pesan tersirat itu.

Indra Bekti, misalnya, turut menyampaikan belasungkawa.

"Turut mendoakan, ya, buat mama. Semoga mama diterima di sisi Allah SWT dengan baik. Aamiin," ujarnya.

Netizen lain juga berdatangan. "Peluk, bismillah kak," tulis seorang pengguna. Ada pula yang secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kabar buruk yang beredar. "Baru beberapa menit yang lalu lihat berita online. Kak Dena dilaporkan penelantaran anak kandung. Tapi saya gak percaya, karena yakin kak Dena orang baik gak mungkin menelantarkan anak," ungkap @sts".

Ya, sebelumnya nama Denada memang viral. Beredar kabar yang menyebut dia diduga menelantarkan anak laki-lakinya, Ressa Rizky Rossano. Isu ini masih menggantung, belum ada klarifikasi resmi dari Denada sendiri. Dia memilih diam.

Di sisi lain, unggahan foto bersama mendiang ibu ini seperti menjadi jawaban yang sunyi. Sebuah pengingat bahwa di balik sorotan tajam media, ada seorang anak yang sedang merindukan ibunya. Dan di tengah badai isu, ribuan tangan justru mengulurkan doa.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar