Damkar Bogor Luncurkan Aplikasi Simpadampro, Pantau Petugas hingga Deteksi Dini Kebakaran

- Jumat, 09 Januari 2026 | 17:55 WIB
Damkar Bogor Luncurkan Aplikasi Simpadampro, Pantau Petugas hingga Deteksi Dini Kebakaran

Kecepatan dan ketepatan adalah kunci dalam urusan pemadaman kebakaran. Nah, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor punya langkah baru untuk mewujudkannya. Mereka akan mengandalkan sebuah aplikasi bernama Simpadampro. Harapannya, respons terhadap insiden bisa lebih cepat dan, yang tak kalah penting, lebih terukur.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan maksud dari "terukur" itu.

"Terukur dari sisi waktu, terukur dari sisi strategi untuk memadamkan api dan menyelamatkan korban-korban. Jadi semuanya itu ada di aplikasi," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Jumat lalu.

Jadi, gimana sih cara kerjanya? Aplikasi ini bakal punya beragam fitur yang memantau pergerakan petugas sejak awal. Mulai dari saat keberangkatan, hingga perjalanan menuju lokasi semuanya bisa dipantau secara real time.

"Anggota selama dalam perjalanan itu melakukan percakapan, kemudian juga ada kamera 360 derajat yang dipakai oleh helm masing-masing sampai di lokasi," jelas Yudi.

Dengan begitu, koordinasi saat pemadaman di lapangan diharapkan bakal jauh lebih rapi. Semua akan dikendalikan dari satu pusat komando tunggal. Menurut Yudi, keunggulannya adalah sudut pandang yang lebih luas. Jika ada hal yang luput dari penglihatan petugas di lapangan, pusat komando bisa melihatnya dan langsung memberi arahan.

Bahkan hal-hal teknis seperti lokasi hydrant terdekat pun bisa diarahkan dari command centre. Petugas di lapangan nantinya akan mendapat petunjuk langsung dari sana.

"Jadi ada arahan petunjuk dari command centre sesuai dengan kondisi. Mencari jalan yang lebih efektif, kondisi macet seperti apa, itu juga dari sini," tuturnya. "Intinya, ini untuk mempercepat kehadiran kita dan memastikan pemadaman bisa dilakukan secepat mungkin."

Tak cuma mengandalkan perangkat internal, sistem ini juga dirancang untuk terkoneksi dengan CCTV yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Beberapa di antaranya adalah milik pemkab, seperti dari Dinas Perhubungan.

Namun begitu, rencananya tak berhenti di situ. Yudi menyebut pengembangan ke depan akan melibatkan kerja sama dengan pihak swasta.

"Kita akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, toko-toko, yang bersedia. Kita akan pasang IOT untuk mendeteksi panas," imbuhnya.

"Jadi kalau misalnya ada panas yang lebih dari biasanya di suatu lingkungan, IOT itu akan mendeteksinya dan kita langsung dapat info di aplikasi."

Nantinya, jika sensor panas itu mendeteksi anomali, akan muncul tanda warna merah di pusat komando. Tim di sana lalu bisa segera menelepon sektor damkar terdekat untuk melakukan pengecekan.

"Jadi bisa jadi," ucap Yudi Santosa, "kitalah yang lebih dulu tahu ada potensi kebakaran di suatu tempat, sebelum laporan warga masuk."

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar