Yang menarik, hoodienya oversized dengan tudung besar, persis seperti gaya streetwear yang lagi ngetren. Celananya ramping di bagian pergelangan kaki, dengan jahitan panel khas Nike yang memberi garis tegas. Singkatnya, ini adalah pakaian yang dirancang untuk nyaman dan kasual.
Namun begitu, konteks pemakaiannya sungguh ironis. Busana super nyaman ini dikenakan di saat yang paling tidak nyaman dalam hidup seseorang: ditangkap. Maduro terlihat dengan mata dan telinga tertutup, tangan diborgol, sambil memegang botol air. Kontrasnya sangat kuat antara situasi mencekam dan pakaian yang terlihat begitu santai.
Dampak komersialnya luar biasa. Menurut sejumlah laporan, pencarian untuk "Nike Tech Fleece" di Google melonjak empat kali lipat. Hoodie yang harganya sekitar 140 dolar AS atau setara Rp 2,3 juta itu pun langsung masuk daftar produk terlaris di situs Nike. Dari politik tinggi ke dunia retail, perjalanan tracksuit abu-abu ini memang unik.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: di era digital, sebuah gambar bisa punya banyak cerita. Di satu sisi ada narasi geopolitik yang serius, di sisi lain ada gelombang budaya pop dan gaya hidup yang bergerak dengan kecepatannya sendiri. Dan kali ini, sebuah setelan olahraga sederhana berhasil mencuri perhatian.
Artikel Terkait
Redakan Hidung Tersumbat dengan 10 Aroma Esensial Ini
Pramugari Gadungan Palembang Tertangkap Basah, Batik Air Pilih Damai
Ammar Zoni Bongkar Peredaran Narkoba di Balik Jeruji Rutan Salemba
Bayi Lahir dari Perut, Bukan Rahim: Kisah Kehamilan yang Tak Disadari Seorang Ibu