Tanpa Kembang Api, Jakarta Siapkan Delapan Panggung dan Atraksi Drone untuk Malam Tahun Baru 2026

- Minggu, 28 Desember 2025 | 12:42 WIB
Tanpa Kembang Api, Jakarta Siapkan Delapan Panggung dan Atraksi Drone untuk Malam Tahun Baru 2026

Rencana perayaan tahun baru 2026 di Jakarta mulai berbentuk. Wakil Gubernur Rano Karno, yang akrab disapa Bang Doel, mengumumkan bakal ada gladi bersih besar-besaran untuk memastikan semuanya berjalan mulus. Persiapan ini tak main-main, mengingat akan ada delapan panggung hiburan yang membentang dari kawasan GBK di FX Sudirman hingga ke Kota Tua yang bersejarah.

Menurut sejumlah saksi, Bang Doel menyampaikan hal itu saat jumpa pers di Kantor PAM Jaya, Jakarta, Minggu lalu. Suaranya terdengar antusias.

“Teman-teman sekalian saja saya mau kasih tahu, tanggal 30 dan 31 (Desember) kita akan GR (Gladi Resik). Saya akan ada di lapangan dari pagi sampai malam,” ujarnya.
“Karena kita membangun delapan panggung dari mulai GBK di FX sampai ke Kota Tua,” tambahnya, merinci jangkauan acara yang cukup luas itu.

Namun begitu, ada yang berbeda dari perayaan kali ini. Pemerintah Provinsi Jakarta memutuskan untuk tidak menyalakan kembang api sama sekali. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan atas berbagai musibah bencana yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Tapi jangan khawatir, hiburan malam tahun baru tetap ada.

Sebagai gantinya, langit Ibu Kota akan dihiasi oleh pertunjukan teknologi yang memukau: atraksi drone.

“Kami mengabarkan kepada masyarakat Jakarta bahwa tahun ini, tahun baru kita tidak kita meriahkan dengan kembang api. Tapi tidak mengurangi rasa juga bahagia, kita adakan drone. Drone cukup banyak, cukup besar, dengan transisi,” beber Bang Doel.

Di sisi lain, soal gladi resiknya sendiri, rencananya akan digelar dari pagi sampai sore. Alasannya sederhana: untuk menjaga kenyamanan. Rano Karno ingin kegiatan latihan ini tidak mengganggu tamu-tamu hotel yang menginap di sekitar lokasi acara.

“Kita GR tanggal 30 dari pagi sampai jam 10 malam, karena pihak hotel sekitar sana berharap jam 10 ke atas tidak ada kegiatan. Nah, artinya GR dilakukan dua hari, dari pagi sampai sore,” jelasnya.

Jadi, meski tanpa dentuman dan cahaya kembang api, Jakarta berupaya menawarkan sesuatu yang baru. Persiapan yang matang lewat gladi bersih itu menunjukkan keseriusan Pemprov untuk menghadirkan malam pergantian tahun yang tetap meriah, namun penuh pertimbangan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar