Memasuki pergantian tahun, cuaca ekstrem tak kunjung reda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, setidaknya ada lima kejadian bencany baru yang melanda sejumlah wilayah dalam rentang 31 Desember hingga 1 Januari lalu. Mayoritas adalah banjir, dipicu curah hujan yang sangat tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi hal ini dalam keterangan tertulisnya Jumat (2/1/2026).
Laporan pertama datang dari Kota Cirebon, Jawa Barat. Di sini, banjir sempat menggenangi 701 rumah dan berdampak pada lebih dari dua ribu jiwa. Kabar baiknya, air sudah surut total dan warga mulai kembali beraktivitas seperti biasa.
Namun begitu, situasi di Kalimantan Tengah tampaknya belum membaik. Di Kabupaten Barito Timur, sekitar 200 rumah masih terendam, mempengaruhi hidup hampir 600 orang. Banjirnya sendiri belum juga surut.
Kondisi serupa bahkan lebih parah terjadi di tetangganya, Kabupaten Barito Selatan. Menurut Aam sapaan akrab Abdul Muhari debit air justru masih naik.
Tak jauh dari sana, di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, genangan air setinggi 9 hingga 70 sentimeter masih menyelimuti lebih dari seribu rumah. Sekitar lima ribu lebih warga harus berhadapan dengan situasi ini.
Artikel Terkait
Manufaktur Indonesia Tembus Lima Bulan Ekspansi Beruntun
Prabowo Pilih Turun ke Aceh, Absen Lagi di Pembukaan BEI
Veloz Hybrid Lintas Nusa: Uji Nyata di Medan Ekstrem Jawa hingga Temui Komunitas Lokal
Herdman Buka Pintu, Tiga Naturalisasi Era Shin Tae-yong Siap Dihidupkan Kembali