MURIANETWORK.COM - Langkosek, camilan tradisional Sulawesi Selatan berbahan dasar jagung goreng, masih bertahan dan mudah ditemui di tengah masyarakat, khususnya di Kota Makassar. Camilan renyah ini kerap menjadi teman santai keluarga atau pendamping minum teh, dengan proses pembuatan tradisional yang membedakannya dari varian jagung goreng serupa.
Mengenal Langkosek, Kudapan Tradisional yang Tetap Dicari
Keberadaan langkosek di Makassar kini tidak hanya terbatas di dapur rumah. Camilan ini semakin mudah dijumpai, berjejer rapi di gadde-gadde atau toko kelontong, terutama di kawasan selatan kota. Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik gempuran camilan modern, rasa nostalgia dan keunikan cita rasa tradisional masih memiliki pangsa pasar tersendiri.
Secara sekilas, langkosek memang mengingatkan pada jagung marning khas Bulukumba. Keduanya sama-sama sajian jagung kering yang digoreng hingga renyah. Namun, bagi penikmat setianya, perbedaan mendasar terletak pada jenis jagung dan ritual pengolahannya yang khas.
Proses Tradisional di Balik Renyahnya Langkosek
Langkosek pada dasarnya adalah jagung goreng. Dalam bahasa Makassar, istilah 'langkose' memang merujuk pada jagung atau kacang goreng, sementara dalam bahasa Bugis dikenal sebagai 'langkoseng'. Yang membuatnya istimewa adalah kesetiaan pada proses turun-temurun.
Camilan ini umumnya terbuat dari jagung pulut atau jagung ketan pilihan. Prosesnya dimulai dengan merebus jagung, seringkali dengan tambahan kapur sirih, lalu menjemurnya di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sebelum akhirnya digoreng. Hasilnya adalah tekstur yang ringan, renyah sempurna, dan rasa gurih yang meresap.
Tak heran jika ada ungkapan populer yang menjulukinya sebagai camilan "pereda sakit kepala".
"Ungkapan itu menggambarkan betapa nikmatnya kudapan ini hingga membuat orang terus ingin mengunyahnya," tutur seorang pelaku usaha yang telah lama menjual langkosek.
Cita Rasa Gurih dan Kreasi Bumbu
Ciri utama langkosek terletak pada kesederhanaan yang justru menantang. Bahan baku jagung pulut berkualitas dan proses pengolahan yang telaten menjadi kunci. Rasa dominannya adalah gurih asin dari garam, yang meresap sempurna berkat proses perendaman dan penjemuran.
Meski begitu, tidak sedikit produsen yang berkreasi dengan menambahkan bawang putih halus atau racikan bumbu lain untuk menciptakan variasi rasa yang lebih kompleks. Di beberapa daerah, camilan dengan karakter serupa ini juga dikenal dengan sebutan marning jagung.
Langkah-Langkah Membuat Langkosek di Rumah
Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri, prosesnya membutuhkan kesabaran namun relatif sederhana. Pertama, jagung direbus bersama kapur sirih hingga empuk dan kulit arinya terkelupas. Setelah itu, jagung harus dicuci bersih untuk menghilangkan sisa kapur.
Langkah berikutnya adalah merendam jagung dalam larutan air garam dan bawang putih halus, atau bumbu lain sesuai selera, agar rasa meresap. Jagung yang sudah dibumbui kemudian ditiriskan dan dijemur selama satu hingga dua hari hingga kering sempurna.
Proses terakhir adalah menggorengnya dalam minyak panas hingga mengembang dan berwarna keemasan. Langkosek jagung yang renyah pun siap dinikmati sebagai pengisi waktu santai.
Artikel Terkait
Sidang Praperadilan Kasus Pembunuhan Anak Politisi PKS, Kuasa Hukum dan Polisi Adu Bukti
Monumen Cinta Habibie-Ainun Jadi Ikon dan Ruang Publik di Parepare
Prabowo Perintahkan Percepatan Teknologi Olah Sampah Skala Mikro
Dua Pilot Tewas Ditembak KKB Usai Pesawat Mendarat di Bandara Korowai