Gunungan Sampah Ancam Permukiman di Belakang Pasar Kramat Jati

- Jumat, 09 Januari 2026 | 10:25 WIB
Gunungan Sampah Ancam Permukiman di Belakang Pasar Kramat Jati
Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati

Bau menusuk langsung menyergap begitu mendekati area belakang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Sumbernya jelas: gunungan sampah yang menggunung, tampak begitu mengkhawatirkan hingga ketinggiannya hampir menyamai separuh tiang lampu jalan. Pemandangan ini masih bertahan pada Jumat pagi (9/1/2026), sekitar pukul setengah sepuluh.

Yang bikin resah, tembok pembatas antara pasar dan permukiman warga di sekitarnya sudah jebol. Akibatnya, sampah-sampah itu berhamburan nyaris menyentuh rumah penduduk. Situasinya benar-benar memprihatinkan.

Di sisi lain, upaya penanganan terlihat sedang dilakukan. Beberapa alat berat seperti ekskavator dan truk pengangkut terlihat sibuk beraktivitas di lokasi. Mereka dikerahkan untuk mengatasi tumpukan yang sudah menjadi keluhan warga selama ini.

Roni, salah seorang warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, mengaku masalah ini bukan hal baru. "Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan," ujarnya, Kamis kemarin.

Menurutnya, bau busuk yang menyengat biasanya makin menjadi-jadi saat sampah dibongkar atau ketika musim hujan tiba. Dia menambahkan, belakangan ini tumpukan di pasar induk itu memang terlihat makin tinggi saja.

"Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," keluhnya. Harapannya cuma satu: gunungan sampah itu segera diangkut agar warga bisa bernapas lega.

Persoalan sampah yang menggunung di pasar ternyata tak hanya terjadi di Kramat Jati. Seperti dilaporkan sebelumnya, warga di sekitar Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, juga mengeluhkan hal serupa. Mereka menyebut keberadaan gunungan sampah itu sangat mengganggu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar