"Aku sedang mencoba terapi Exomind. Harapannya sih, kesehatan mental aku makin terjaga dan terkendali," ungkapnya penuh harap.
Lalu, apa hubungannya gangguan mental dengan kondisi kulit? Ternyata erat sekali. Menurut dr. Danu Mahandaru, Sp.BP-RE, seorang dokter spesialis bedah plastik, kesehatan mental dan kulit itu saling terkait.
Itulah sebabnya orang yang sedang stres atau punya masalah mental sering mengalami breakout jerawat yang parah. Erika sendiri mengalaminya.
"Intinya, kami selalu tekankan bahwa 90% keberhasilan punya kulit glowing atau badan ideal itu ada di tangan pasien," kata dr. Danu.
"Alat treatment secanggih apa pun, kalau pasiennya gak pakai sunscreen ya kulitnya bisa belang. Sama halnya, kesehatan mental harus dijaga dulu kalau mau dapat kulit dan badan yang sehat," tambahnya menegaskan.
Cerita Erika ini jadi pengingat bahwa gangguan mental bukan hal sepele. Dampaknya nyata, bisa merembet ke fisik. Tapi dengan penanganan yang tepat, jalan keluar selalu ada.
Artikel Terkait
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke NICE PIK 2, Penyelenggara Siapkan Transportasi Khusus
Kemenkes Prediksi Kasus Kanker di Indonesia Melonjak 70% pada 2050
Doa Khusus Ramadhan Hari ke-22: Mohon Perlindungan dari Siksa Neraka