Bagi Dr. Ayu, dunia estetika dan fashion itu ibarat dua sisi mata uang yang sama-sama menampilkan keindahan. Penghargaan ini ia anggap bukan titik akhir, melainkan sebuah dorongan. Dorongan untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman tentang kecantikan kulit yang holistik. Bukan cuma soal tampilan awet muda, tapi juga kesehatan mental yang baik.
“Kita tahu fashion dan estetik itu tidak jauh yaitu art, indah dan elegan,” jelasnya.
“Kita memberikan suatu pengalaman di mana kulit pasien tidak hanya indah dari luar tetapi bagaimana kita juga memperbaiki tingkat seluler pasien, di mana nanti hasilnya tidak hanya awet muda tetapi mentalitinya, hormonnya.”
Jadi, acara ini memang lebih dari sekadar peragaan busana. I Fashion Festival & The Masterpiece 2025 juga berfungsi sebagai ajang penghargaan bagi tokoh-tokoh inspiratif tanah air. Selain HighEnd Lifestyle Awards 2025 yang diberikan kepada tujuh figur, ada penghargaan lain yang turut diserahkan malam itu.
Ketujuh penerima penghargaan tersebut adalah Atta Halilintar, pasangan Shandy Purnamasari & Gilang Widya Pramana, kemudian Tasya Farasya, Shabrina Leanor, dr. Oky Pratama, Widya Aesthetic Clinic by Dr Ayu Widya, dan Emsculpt Neo by BTL Aesthetics. Sebuah apresiasi untuk karya dan dedikasi mereka di berbagai bidang.
Artikel Terkait
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke NICE PIK 2, Penyelenggara Siapkan Transportasi Khusus
Kemenkes Prediksi Kasus Kanker di Indonesia Melonjak 70% pada 2050
Doa Khusus Ramadhan Hari ke-22: Mohon Perlindungan dari Siksa Neraka