Hal itu kembali ditegaskannya di kemenangannya.
"Saya sangat terhormat berdiri di sini sebagai suara bagi perempuan dan mereka yang dibungkam. Saya percaya pada kekuatan keberanian dan martabat, dan saya berkomitmen untuk memberdayakan perempuan di seluruh dunia agar berani berdiri dan bersuara," ujarnya dalam victory speech yang penuh emosi.
Di sisi lain, persaingan tahun ini memang cukup ketat. Tema 'The Power of Love' diusung untuk menyemangati 120-an peserta yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Pada babak final, tahta runner-up pertama berhasil diraih wakil Thailand, Praveenar Singh. Posisi runner-up kedua jatuh kepada perwakilan Venezuela. Sementara Filipina dan Cote d'Ivoire berhasil melengkapi jajaran lima besar. Sayangnya, Indonesia yang diwakili oleh Sanly Liu harus puas terhenti lebih awal, gagal melaju sejak babak 30 besar.
Artikel Terkait
Mimpi Merayakan Valentine Sendirian: Bukan Pertanda Buruk, Tapi Pesan dari Bawah Sadar
5 Tanaman Pembawa Hoki untuk Sambut Imlek 2026
Inara Rusli Ungkap Harmoni Keluarga dan Harapan Tersisa di Balik Pernikahan Sirinya
RCTI Luncurkan Microdrama, Cerita Singkat untuk Temani Sore Penonton