Peringatan BGN: Kebutuhan 6 Juta Peternak Baru untuk Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengingatkan adanya potensi kelangkaan pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peringatan ini disampaikan jika tidak ada penambahan jutaan peternak baru, khususnya di sektor ayam petelur dan ayam pedaging.
"Tanpa adanya minimal 6 juta peternak baru pada tahun depan, kita akan menghadapi shortage. Kebutuhan ini baru untuk pemberian telur ayam dua kali seminggu. Jika frekuensinya ditambah, kebutuhan peternak akan lebih besar lagi," jelas Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR.
Kebutuhan peternak baru tidak hanya terbatas pada ayam petelur. Dadan menegaskan bahwa ayam pedaging dan berbagai komoditas pendukung ketahanan pangan lainnya juga memerlukan tambahan pasokan yang signifikan.
"Untuk ayam pedaging, kita juga membutuhkan setidaknya 1 juta peternak baru. Jika tidak, kita juga akan mengalami kekurangan pasokan. Hal serupa berlaku untuk pasokan sayuran dan komoditas lain," tambahnya.
Strategi pasokan untuk program MBG akan diutamakan berbasis produksi lokal. Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. BGN berencana untuk berkolaborasi dalam pembangunan peternakan ayam yang difokuskan pada komunitas di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami setuju bahwa pasokan harus berbasis lokal. Nantinya, pembiayaan akan diarahkan untuk memberdayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi SPPG," ujar Dadan.
Dia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan sumber daya untuk setiap SPPG sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani saja, setiap satu SPPG memerlukan empat kandang ayam petelur dan sembilan kandang ayam pedaging.
"Empat kandang ayam petelur membutuhkan sekitar 18 hektar lahan panen jagung untuk pakan, karena komposisi pakannya 50 persen adalah jagung," paparnya lebih detail.
Selain ayam dan jagung, setiap SPPG juga membutuhkan pasokan tambahan untuk variasi gizi. Kebutuhan tersebut termasuk perkebunan pisang seluas 1,5 hektar per SPPG dan puluhan kolam lele untuk memenuhi asupan gizi yang beragam.
"Satu SPPG membutuhkan 1,5 hektare kebun pisang. Jika ada yang ingin budidaya lele, maka dibutuhkan sekitar 32 kolam lele untuk setiap SPPG," tutup Dadan.
Artikel Terkait
BLUE Konfirmasi Akuisisi 80% Saham oleh Perusahaan Tambang Hong Kong
ASLC Bidik Pertumbuhan Dua Digit dengan Andalkan Mobil Bekas Jelang Mudik 2026
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil