IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sejarah 8.394,59, Asing Borong Saham BBCA dan BREN
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor all-time high (ATH) pada penutupan perdagangan Jumat, 7 November 2025, di level 8.394,59. Pasar saham Indonesia terus mengalami reli yang didorong oleh minat kuat investor asing dengan pembelian bersih mencapai Rp3,30 triliun sepanjang sepekan.
Saham Paling Diborong Asing: BBCA dan TLKM Memimpin
Aliran dana asing paling deras mengalir ke sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham BBCA (Bank Central Asia) menjadi primadona dengan net buy asing Rp1,17 triliun, mendorong harganya menguat 1,76% ke level Rp8.675. Di posisi kedua, saham TLKM (Telkom Indonesia) dibeli asing senilai Rp798,99 miliar dan melonjak 8,10% menjadi Rp3.470.
Energi Terbarukan dan Konglomerasi Prajogo Pangestu Jadi Sorotan
Sektor energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu juga menjadi sasaran empuk investor. Saham BREN (Barito Renewables Energy) melesat hampir 15% ke Rp9.975 setelah diborong asing Rp527,76 miliar. Sentimen positif ini diperkuat oleh masuknya BREN dan BRMS (Bumi Resources Minerals) ke dalam MSCI Global Standard Indexes.
Tidak ketinggalan, saham PTRO (Petrosea) juga mencatatkan kinerja gemilang dengan lonjakan harga 25,74% dan dibeli asing senilai Rp515,48 miliar.
Daftar Lengkap Saham Incaran Asing Pekan Ini
Berikut adalah ringkasan saham-saham yang paling banyak dibeli investor asing:
- BBCA: Net Buy Rp1,17 Triliun (Naik 1,76%)
- TLKM: Net Buy Rp798,99 Miliar (Naik 8,10%)
- BREN: Net Buy Rp527,76 Miliar (Naik ~15%)
- PTRO: Net Buy Rp515,48 Miliar (Naik 25,74%)
- ASII: Net Buy Rp493,26 Miliar (Naik 4,47%)
- BBNI: Net Buy Rp413,77 Miliar
- BMRI: Net Buy Rp318,84 Miliar
- UNTR: Net Buy Rp295,96 Miliar (Naik 2,23%)
Meski mayoritas saham menguat, Japfa Comfeed (JPFA) menjadi pengecualian. Meski dibeli asing Rp158,69 miliar, harga sahamnya justru terkoreksi 8,37%.
Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia naik 3,09% menjadi Rp15.316 triliun pada periode 3-7 November 2025. Namun, aktivitas transaksi harian justru menunjukkan pelandaian dari sisi volume, frekuensi, dan nilai transaksi.
Informasi ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Artikel Terkait
Industri Kripto Indonesia Genjot Literasi untuk Tekan Investasi Ikut-ikutan
Kemkomdigi Awasi Sidang Gugatan Rp3,3 Triliun Bali Towerindo ke Pemkab Badung
Harga CPO Catat Pelemahan Mingguan Kedua, Didorong Ekspor Malaysia Turun dan Kekhawatiran China
Saham BUMI Kuasai Pasar dengan Volume 50 Miliar Saham, Kontribusi ke IHSG Capai 17 Poin