Elon Musk Rugi Rp166 Triliun Usai Dapat Gaji Rp16.685 Triliun, Ini Penyebabnya

- Minggu, 09 November 2025 | 04:40 WIB
Elon Musk Rugi Rp166 Triliun Usai Dapat Gaji Rp16.685 Triliun, Ini Penyebabnya

Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp166 Triliun Setelah Paket Gaji Rp16.685 Triliun Disetujui

Kekayaan Elon Musk, orang terkaya di dunia, mengalami penurunan drastis sebesar 10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp166,85 triliun. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan mobil listrik Tesla secara resmi menyetujui paket kompensasi untuk Musk yang nilainya mencapai 1 triliun dolar AS atau sekitar Rp16.685 triliun.

Penyebab Anjloknya Kekayaan Elon Musk

Berdasarkan laporan Forbes, penurunan kekayaan bersih Elon Musk ini dipicu oleh merosotnya harga saham Tesla di pasar saham. Pada perdagangan Jumat, 7 November 2025, saham Tesla tercatat anjlok lebih dari 3 persen, melanjutkan tren penurunan dari hari sebelumnya.

Peringkat Elon Musk Tetap di Posisi Teratas

Meski mengalami penurunan yang signifikan, Elon Musk tetap mempertahankan gelarnya sebagai orang terkaya di dunia menurut Forbes. Kekayaan bersih Musk saat ini diperkirakan mencapai 481,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp8.032 triliun. Musk tercatat sebagai orang pertama dalam sejarah yang pernah mencapai kekayaan 500 miliar dolar AS dan 400 miliar dolar AS di awal tahun ini, berkat kinerja saham Tesla yang sebelumnya melonjak.

Posisi kedua orang terkaya di dunia masih ditempati oleh Larry Ellison dengan total kekayaan 289,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.833 triliun. Kekayaan Ellison sempat mendekati Musk setelah saham Oracle mengalami kenaikan pesat pada bulan September.

Detail Penurunan Saham Tesla

Pada sesi perdagangan Jumat tersebut, saham Tesla turun 3,6 persen ke level 429,70 dolar AS per lembar. Ini merupakan penurunan kedua secara berturut-turut setelah sebelumnya saham Tesla juga turun 3,5 persen pada hari Kamis, tepat sebelum pemungutan suara pemegang saham Tesla dilaksanakan.

Dukungan Pemegang Saham untuk Paket Gaji Musk

Lebih dari 75 persen pemegang saham Tesla memberikan suara mendukung paket kompensasi bernilai triliunan rupiah untuk Elon Musk. Dukungan ini datang meskipun terdapat penolakan dari beberapa pemegang saham terbesar perusahaan.

Paket kompensasi ini akan memberikan Musk lebih dari 423 juta saham tambahan, yang akan meningkatkan kepemilikannya menjadi sekitar 25 persen di Tesla. Syaratnya adalah Tesla harus mencapai target-target tertentu dalam dekade mendatang, termasuk peningkatan kapitalisasi pasar menjadi 8,5 triliun dolar AS dan penjualan mobil mencapai 12 juta unit.

Kinerja Saham Tesla Sepanjang Tahun

Meski mengalami penurunan akhir-akhir ini, saham Tesla sebenarnya telah menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 14 persen sepanjang tahun 2025. Kenaikan ini berhasil membalikkan kerugian di awal tahun ketika Tesla menghadapi protes luas terkait keterlibatan Musk dalam pemerintahan Trump.

Alasan Tesla Memberikan Paket Kompensasi Besar

Tesla pertama kali menguraikan paket kompensasi baru untuk Musk pada bulan September. Perusahaan menekankan pentingnya menjaga komitmen dan dedikasi Musk terhadap Tesla. Ketua Tesla Robyn Denholm bahkan memperingatkan investor bahwa kepergian Musk dari perusahaan akan menyebabkan hilangnya nilai yang signifikan.

Dukungan dan Penolakan dari Investor

Beberapa institusi keuangan terkemuka mendukung paket gaji ini, termasuk tim investasi internal Morgan Stanley, Dewan Administrasi Negara Bagian Florida, dan Charles Schwab. Namun, tidak semua investor setuju dengan keputusan ini.

Dana Kekayaan Negara Norwegia termasuk yang menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut. Mereka mengkhawatirkan masalah pemberian saham, dilusi, serta kurangnya mitigasi risiko terhadap orang kunci di perusahaan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar