MURIANETWORK.COM - Gedung Putih akhirnya menarik dan meminta maaf atas sebuah video yang diunggah di akun media sosial pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dianggap mengandung unsur rasial terhadap mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama. Unggahan yang muncul pada Kamis (5/2/2026) malam itu memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk dari dalam Partai Republik sendiri, sebelum akhirnya dihapus dengan alasan kesalahan teknis staf.
Kontroversi Unggahan Video Bermasalah
Video berdurasi sekitar satu menit tersebut pada awalnya beredar di platform Truth Social. Kontennya mempromosikan teori konspirasi yang menyangkut kekalahan Trump dalam Pemilu 2020, dengan menyebut perusahaan penghitung suara Dominion Voting Systems terlibat dalam kecurangan. Namun, momen yang memicu badai kritik terjadi di bagian akhir video, di mana wajah pasangan Obama presiden dan ibu negara kulit hitam pertama AS ditampilkan secara singkat pada tubuh karakter mirip monyet.
Reaksi terhadap unggahan itu datang cepat dan keras. Partai Demokrat mengecam tindakan Trump sebagai tindakan keji. Lebih mencolok, kecaman juga dilontarkan dari internal Partai Republik. Seorang senator senior dari partai tersebut, seperti dilaporkan, secara tegas menyebut konten video itu jelas-jelas bersifat rasis.
Respons Awal dan Pernyataan Maaf Gedung Putih
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt awalnya berusaha meredam kritik dengan menyatakan gambar-gambar tersebut hanyalah meme internet yang menggambarkan Trump sebagai Raja Hutan dan para Demokrat sebagai karakter dari "The Lion King".
"Tolong hentikan kemarahan palsu ini dan laporkan sesuatu yang benar-benar penting bagi publik Amerika hari ini," tuturnya dalam sebuah pernyataan.
Artikel Terkait
Prabowo Bahas Gaza dan Kondisi Dalam Negeri Bersama Tokoh Ormas Islam
Gelombang Pemudik Masih Padati Bakauheni di H+7 Lebaran
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Tuntut Vrijspraak, Sebut Kasus Plaza Klaten Murni Perdata
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati