Secara rinci, total investasi proyek MFISS senilai Rp 5,83 triliun akan digunakan untuk dua komponen utama. Sebesar Rp 4,37 triliun dialokasikan untuk pembangunan kapal, sedangkan Rp 1,46 triliun lainnya ditujukan untuk pengadaan sistem pengawasan. Penarikan dana pinjaman akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2028.
Adapun cakupan proyek MFISS tidak hanya pembangunan kapal, tetapi juga meliputi:
- Maritime Integrated System
- Regional Monitoring Center
- Pengadaan drone untuk patroli udara
Trenggono menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan laut di Indonesia. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memperkuat penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kelautan dan perikanan. Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan proyek akan dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Artikel Terkait
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo
IHSG Anjlok 1,34% Usai Reli, Aksi Jual Big Cap Jadi Pemicu
Petrosea dan Konsorsium Amankan Kontrak Rp989 Miliar untuk Proyek LNG Masela