CBDK Cetak Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di Kuartal III 2025, Tumbuh 74 Persen
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), pengembang properti di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif hingga kuartal ketiga tahun 2025. Perusahaan real estate ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun, mengalami kenaikan luar biasa sebesar 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Tertinggi Sejak Berdiri
Pendapatan terkonsolidasi CBDK juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan 45 persen menjadi Rp 2,3 triliun. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah perusahaan sejak pertama kali berdiri.
Peningkatan Margin yang Signifikan
CBDK berhasil meningkatkan berbagai rasio margin secara konsisten. Margin laba kotor naik dari 59 persen menjadi 69 persen, sementara margin operasi meningkat dari 51 persen ke 62 persen. Yang paling mencolok, margin bersih perusahaan melonjak dari 44 persen menjadi 57 persen.
Pertumbuhan Kuartalan yang Kuat
Secara triwulanan, pertumbuhan CBDK semakin menguat. Pada kuartal III-2025 saja, pendapatan perseroan mencapai Rp 1,1 triliun atau naik 43 persen dibanding kuartal sebelumnya. Laba kotor CBDK meningkat 79 persen, laba operasi melonjak 90 persen, dan laba bersih entitas induk naik 105 persen menjadi Rp 794 miliar.
Faktor Pendukung Kinerja Positif
Menurut Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo, peningkatan kinerja ini tidak lepas dari momentum positif pasca-IPO dan keberhasilan serah terima proyek strategis di PIK2. "Kami bersyukur atas pencapaian luar biasa yang diraih hingga kuartal ketiga tahun ini. Momentum positif pasca-IPO, ditambah dengan serah terima proyek-proyek strategis di PIK2, menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba CBDK secara signifikan," ujar Steven.
Strategi Efisiensi dan Pengembangan Aset
Steven menambahkan bahwa kinerja keuangan yang solid ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi operasional yang konsisten diterapkan di seluruh aspek bisnis. CBDK juga memperkuat portofolio aset melalui pembangunan Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) dan Hotel Hilton Jakarta PIK2, yang mendorong kenaikan 142 persen pada aset tetap dan properti investasi.
Komitmen Jangka Panjang dengan Land Bank 705 Hektare
Dengan cadangan lahan (land bank) seluas 705 hektare, CBDK menegaskan posisinya sebagai pengembang utama kawasan PIK2 sekaligus komitmennya terhadap pertumbuhan jangka panjang. "Dengan total land bank mencapai 705 hektare, kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkas Steven Kusumo.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Strategi Investasi Hadapi Volatilitas Pasar
BPS Catat Penurunan Pengangguran Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025