Prospek BUVA & RATU, Saham Hapsoro yang Melejit 1.470% di 2025

- Selasa, 04 November 2025 | 11:45 WIB
Prospek BUVA & RATU, Saham Hapsoro yang Melejit 1.470% di 2025

Dua Saham Hapsoro (BUVA & RATU) Jadi Sorotan: Prospek Ekspansi dan Target Harga

Analis pasar modal menyoroti dua saham emiten milik pengusaha Happy Hapsoro yang menunjukkan prospek pertumbuhan menarik. Kedua saham tersebut adalah PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dari sektor properti dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dari sektor minyak dan gas.

Analisis Saham BUVA: Rights Issue dan Ekspansi di Bali

BUVA baru saja melakukan rights issue senilai Rp603 miliar. Dana hasil rights issue ini akan dialokasikan untuk akuisisi mayoritas saham PT Bukit Permai Properti yang memiliki lahan strategis di Bali. Dana tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan lahan di kawasan premium Pecatu, Bali.

Menurut analis, realisasi rights issue ini dapat memperkuat struktur permodalan BUVA sekaligus mendukung ekspansi bisnis properti dan perhotelan perusahaan. Dari sisi teknikal, saham BUVA berpeluang menuju level Rp1.000 jika berhasil mempertahankan support di area Rp650.

Prospek Saham RATU: Ekspansi di Sektor Energi dan MSCI Inclusion

Sementara itu, RATU sedang dalam fase penting dengan rencana ekspansi di sektor energi. Perusahaan sedang mengkaji akuisisi tiga lapangan migas potensial selain Blok Kasuri. Realisasi akuisisi ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Katalis tambahan untuk RATU adalah masuknya saham tersebut dalam indeks global MSCI small caps. Inklusi ini membuka peluang lebih besar bagi investor asing untuk menjadikan RATU sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.

Kinerja Saham pada 2025

Hingga Selasa (4/11/2025), saham BUVA berhasil mencetak kenaikan 1.470 persen ke level Rp780 per saham sepanjang 2025. Sementara saham RATU tercatat melejit lebih dari 600 persen dalam periode yang sama, menunjukkan momentum positif yang kuat dari kedua emiten ini.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan analisis mendalam sebelum melakukan pembelian atau penjualan saham.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar