Indonesia Sediakan Lahan 15.000 Hektare di Kaltara untuk Investasi Palestina

- Minggu, 02 November 2025 | 12:20 WIB
Indonesia Sediakan Lahan 15.000 Hektare di Kaltara untuk Investasi Palestina
Indonesia Sediakan Lahan Investasi 15.000 Hektare di Kaltara untuk Palestina

Indonesia Sediakan Lahan Investasi 15.000 Hektare di Kaltara untuk Palestina

Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Prabowo Subianto, telah menyediakan lahan investasi seluas 10 hingga 15 ribu hektare di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk bangsa Palestina. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata Indonesia di bidang kemanusiaan dan ketahanan pangan.

Kawasan Pangan dan Agroindustri Terpadu

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa lahan di Kalimantan Utara tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah kawasan terpadu. Kawasan ini akan mencakup perkebunan pangan, peternakan, dan agroindustri berkelanjutan.

Amran menegaskan bahwa bantuan Indonesia untuk Palestina bukan hanya sekadar bantuan pangan, tetapi merupakan persoalan kemanusiaan yang mendasar. "Saudara-saudara kami di Palestina berhak mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk hak atas pangan," ujarnya.

Komitmen Nyata Indonesia untuk Palestina

Sebagai langkah awal realisasi program ini, Mentan Amran telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun. Pengembangan lahan investasi ini nantinya akan melibatkan BUMN, sektor swasta, serta mitra kebijakan internasional di kawasan Asia Tenggara dan negara-negara sahabat lainnya.

Amran juga menekankan bahwa Indonesia akan terus mendukung Palestina melalui berbagai cara, termasuk pengembangan hortikultura, transfer teknologi, dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertanian.

"Indonesia berdiri bersama Palestina, tidak hanya secara diplomatik, tetapi juga melalui kerja sama konkret di bidang pangan. Ini bentuk dukungan yang membumi," tegas Amran.

Dengan disediakannya lahan investasi ini, Indonesia menunjukkan komitmennya yang serius dalam membangun kerja sama pangan yang berorientasi pada kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar