Kinerja META Kuartal III 2025: Pendapatan Rp216 Miliar, Tol Jadi Tulang Punggung

- Minggu, 02 November 2025 | 01:20 WIB
Kinerja META Kuartal III 2025: Pendapatan Rp216 Miliar, Tol Jadi Tulang Punggung

Kinerja Kuartal III 2025 META: Pendapatan Rp216 Miliar, Sektor Jalan Tol Jadi Kontributor Utama

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), emiten Grup Salim, mengumumkan pencapaian kinerja keuangannya hingga kuartal III tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp216 miliar, sementara EBITDA tercatat sebesar Rp58,8 miliar, mengalami penurunan tipis sebesar 2,7 persen.

Menurut pernyataan resmi dari Head of Corporate Communication Nusantara Infrastructure, Indah DP Pertiwi, capaian ini menunjukkan ketahanan operasional perseroan di tengah dinamika ekonomi. Fokus perusahaan adalah menjaga keseimbangan antara profitabilitas, keberlanjutan, dan inovasi untuk membangun fondasi jangka panjang yang kuat.

Kontribusi Besar dari Sektor Jalan Tol

Sektor jalan tol kembali menjadi penyumbang terbesar bagi kinerja META. Melalui anak usahanya, PT Marga Utama Nusantara (MUN), sektor ini mencatat pertumbuhan laba inti (core income) yang fantastis, yaitu sebesar 71,7 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan lalu lintas (trafik) dan kontribusi dari investasi di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT).

Kinerja positif ini berdampak langsung pada peningkatan arus kas bersih perseroan sebesar Rp26,19 miliar, yang sebagian besar bersumber dari penerimaan dividen MUN sebesar Rp53,80 miliar.

Pertumbuhan Aset dan Struktur Keuangan yang Sehat

Hingga akhir September 2025, total aset META tumbuh 0,7 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp4,64 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan total liabilitas dari Rp574,81 miliar menjadi Rp523,88 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp4,12 triliun.

Rasio keuangan META juga mencerminkan kondisi yang sehat. Current ratio sebesar 1,90x menunjukkan aset lancar yang lebih dari cukup untuk menutupi kewajiban lancar. Sementara itu, debt to equity ratio yang rendah, yaitu 0,13x, mengindikasikan struktur modal yang konservatif dan sehat.

Kinerja Sektor Lain: Air Tumbuh, Energi Terkoreksi

Sektor air META menunjukkan tren positif dengan kenaikan volume penjualan sebesar 3,6 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi area penjualan baru di PT Sarana Catur Tirta Kelola (SCTK) Serang dan penyesuaian tarif sebesar 10 persen di PT Dain Celicani Cemerlang (DCC) Medan.

Di sisi lain, sektor energi mengalami koreksi sebesar 7,9 persen YoY. Penurunan ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan di Pontianak yang mengganggu distribusi feedstock untuk PT Rimba Palma Sejahtera Lestari (RPSL), serta beberapa penyesuaian teknis di PT Inpola Meka Energi (IME). Meski demikian, pengendalian biaya operasional (OPEX) yang efektif membantu menjaga stabilitas EBITDA Grup.

Prospek dan Proyek Masa Depan: Tol JORR-E Cikunir-Ulujami

Ke depan, META menyatakan optimisme terhadap prospek bisnisnya. Saat ini, perseroan sedang mempersiapkan proyek strategis, yaitu Jalan Tol JORR-E Cikunir-Ulujami. Proyek sepanjang 21 km ini membutuhkan total investasi sekitar Rp21 triliun dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta mengurai kemacetan di wilayah tersebut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar