Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (24/6/2026), setelah sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Indeks ditutup melemah 1,62 persen ke level 6.002, membalikkan penguatan awal yang sempat membawanya menyentuh angka 6.171.
Pada awal sesi, IHSG sempat melesat ke level 6.128, mencatatkan rebound yang cukup menjanjikan sebelum akhirnya berbalik arah. Tekanan jual yang muncul kemudian mendorong indeks hingga menyentuh titik terendah di 5.993. Sepanjang perdagangan siang ini, sebanyak 207 saham berhasil menguat, sementara 457 saham lainnya tertekan ke zona merah, dan 295 saham tercatat stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp6,73 triliun dan volume sebanyak 11,17 miliar saham. Mayoritas indeks sektoral dan indeks acuan lainnya kompak berada di bawah tekanan. LQ45 turun 1,45 persen, IDX30 melemah 1,34 persen, JII ambles 2,74 persen, ISSI turun 1,95 persen, dan SRI-KEHATI terkoreksi 0,88 persen.
Hampir seluruh sektor industri terpantau lesu, kecuali sektor teknologi yang masih mampu mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,25 persen. Sektor bahan baku menjadi yang paling terpuruk dengan koreksi mencapai 3,45 persen, disusul sektor energi dan infrastruktur yang sama-sama melemah di kisaran dua persen. Sektor transportasi, siklikal, dan kesehatan turun sekitar satu persen, sementara sektor keuangan, properti, industri, dan non-siklikal melemah di kisaran 0,50 persen.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Tiga besar top gainers adalah PT Pratama Widya Tbk (PTPW) yang melesat 24,79 persen, PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) naik 23,86 persen, dan PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) yang menguat 21,88 persen. Sebaliknya, posisi top losers ditempati oleh PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) yang anjlok 12,74 persen, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 12,66 persen, dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) yang melemah 12,54 persen.
Artikel Terkait
Chandra Asri Raup Rp6 Triliun dari Obligasi Berkelanjutan, Terserap Lebih Tinggi dari Target
BESS Bagikan Dividen Rp15 Miliar, Setiap Pemegang Saham Terima Rp4,36 per Lembar
IHSG Melemah di Tengah Ketidakpastian Hasil Review MSCI, Risiko Downgrade ke Frontier Market Masih Menganga
PT Bayu Buana Akuisisi Seluruh Saham Mandala Prima Perkasa Senilai Rp226 Miliar