Di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, suasana pagi itu cukup hening. Presiden Prabowo Subianto mengawali retret kabinetnya dengan membahas sesuatu yang mendesak: bencana.
Menurutnya, pemerintah punya kekuatan untuk menghadapi berbagai musibah yang melanda sejumlah wilayah. Hal ini disampaikannya dalam taklimat awal tahun di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih beserta sejumlah pimpinan lembaga, Selasa lalu.
"Saudara-saudara sekalian, kita memahami bahwa kondisi bangsa kita penuh dengan tantangan dan cobaan," ujar Prabowo.
Ia lalu menyebutkan beberapa lokasi. "Yang terakhir tentunya kita memahami benar bencana-bencana yang terjadi di 3 provinsi, di Aceh, tapi beberapa juga di tempat-tempat lain. Di Jawa Barat juga, di Jawa Timur, di Jawa Tengah, di beberapa tempat lain."
Narasi yang dibangun Prabowo terasa optimistis. Di tengah deretan kabar bencana, ia justru melihat sebuah pembuktian. Ternyata, Indonesia mampu menanganinya. Pengalaman sebagai mantan Danjen Kopassus mungkin memberinya perspektif khusus soal ketangguhan.
"Jadi, Saudara-saudara, kita hadapi itu, dan dengan kita hadapi itu, kita memahami benar bahwa ternyata negara kita sesungguhnya memiliki kekuatan," tegasnya.
Pembuktian kekuatan itu, lanjut Prabowo, bukan cuma untuk rakyat. Ini juga untuk kalangan elite dan, tak kalah penting, untuk pemerintah sendiri. Ada janji yang ia sampaikan untuk tahun ini.
"Negara kita telah mampu, dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat kita, dan sesungguhnya kepada diri kita sendiri, elite kita, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan. Kita memahami itu, dan kita terus telah membuktikan itu, di tahun 2025, dan akan kita buktikan di tahun 2026 ini," imbuhnya.
Retret di kawasan Bogor itu pun berlanjut. Agenda lain menunggu. Namun pesan utamanya jelas: di balik ujian, ada keyakinan akan kemampuan negara.
Artikel Terkait
PLN Operasikan SPKLU Roda Dua di Empat Daerah untuk Dukung Becak Listrik
AS Pertimbangkan Izin Pengayaan Uranium Simbolis untuk Iran, Ancaman Serangan Masih Menggantung
Napoleon III dan Victor Emmanuel II Tandatangani Perjanjian Turin, Serahkan Nice ke Prancis
Komisi VIII DPR Tinjau Penyaluran Bansos dan Sinergi Lembaga Sosial di Batam