Strategi omnichannel Blibli terus diperkuat, termasuk melalui integrasi platform Dekoruma untuk memperluas pengalaman belanja dalam kategori rumah dan gaya hidup. Hingga September 2025, Blibli telah mengoperasikan 236 toko elektronik, 58 gerai supermarket premium, dan 38 home and living experience centers.
CFO Blibli, Ronald Winardi, mengungkapkan laba bruto sebelum diskon perseroan mencapai Rp 5,09 triliun, naik 36 persen yoy. Efisiensi operasional juga meningkat dengan penurunan rasio beban operasional terhadap TPV menjadi 7,2 persen dari 7,4 persen. Rasio EBITDA terhadap TPV juga menunjukkan perbaikan dari -2,8 persen menjadi -2,4 persen.
“Kami mencatat pertumbuhan pendapatan yang pesat dan penurunan kerugian berkelanjutan pada kuartal ketiga. Di tengah pasar yang penuh tantangan, kami menjaga disiplin operasional dan optimistis menutup tahun ini dengan baik,” ujar Ronald Winardi.
CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap keunggulan operasional dan strategi omnichannel memungkinkan Blibli menjaga momentum pertumbuhan serta memberikan nilai bermakna bagi pelanggan dan mitra merek.
Artikel Terkait
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan
Investor Global Berebut Proyek PLTN 7 Gigawatt di Indonesia