194 Sekolah Binaan Astra Agro Lestari Terapkan Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit
PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) mengumumkan bahwa hingga tahun 2024, sebanyak 194 sekolah binaan perusahaan telah berhasil menerapkan kurikulum muatan lokal tentang pendidikan lingkungan kebun sawit. Program ini menjangkau puluhan ribu siswa, yang mayoritas merupakan anak karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Penerapan Pendidikan Lingkungan di Sekolah Binaan
Di sekolah-sekolah binaan, seperti SDS Harapan Sejahtera dan SMP Indah Makmur di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, siswa tidak hanya belajar teori. Mereka secara aktif terlibat dalam praktek pelestarian lingkungan. Fasilitas sekolah mendukung kegiatan ini dengan adanya kebun tanaman (seperti sereh dan jahe) serta penerapan sistem pengolahan sampah 5R: Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant.
Karya nyata siswa pun terlihat dari hasil daur ulang mereka, mulai dari pembuatan bio polibag hingga sabun dari minyak jelantah. Materi pembelajaran juga mencakup pemahaman tentang Area Bernilai Konservasi Tinggi (NKT), tumbuhan endemik, dan satwa liar di sekitar kebun.
Dampak dan Prestasi Program Muatan Lokal Astra Agro
Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati, menjelaskan bahwa program ini telah melibatkan 2.359 guru dan 49.251 siswa. Komitmen ini telah membuahkan hasil yang membanggakan. Sejumlah sekolah binaan berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Hingga 2024, pencapaian tersebut meliputi:
- 5 sekolah meraih Adiwiyata Mandiri
- 10 sekolah meraih Adiwiyata Nasional
- 3 sekolah meraih Adiwiyata Provinsi
- 6 sekolah memperoleh Adiwiyata Kabupaten
Sekolah-sekolah peraih Adiwiyata Mandiri, seperti SDS Harapan Sejahtera dan SMP Indah Makmur, kini menjadi percontohan bagi 194 sekolah binaan lainnya yang tersebar di 12 kabupaten.
Konservasi dan Edukasi Berjalan Beriringan
Upaya Astra Agro dalam pendidikan lingkungan juga diperkuat dengan komitmen melindungi kawasan bernilai konservasi tinggi. Chief Agronomy & Sustainability Officer, Bandung Sahari, menegaskan bahwa area konservasi perusahaan tidak hanya untuk rehabilitasi satwa, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium alam dan tempat edukasi bagi siswa dan masyarakat.
Dengan pendekatan holistik ini, Astra Agro bertekad untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, mewariskan pengetahuan, dan mencetak generasi muda yang aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi dan Intel Terkoreksi
Wall Street Melemah, S&P 500 Terkoreksi Akibat Aksi Ambil Untung di Saham Semikonduktor