Gila! Investor Asing Borong Saham RI Rp 2,48 Triliun, BCA Diserbu Rp 1,81 T

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:45 WIB
Gila! Investor Asing Borong Saham RI Rp 2,48 Triliun, BCA Diserbu Rp 1,81 T

Investor Asing Borong Saham Blue Chip, Net Buy Capai Rp2,48 Triliun

Investor asing kembali menunjukkan kepercayaan tinggi pada pasar modal Indonesia dengan mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp2,48 triliun di pasar reguler sepanjang sepekan terakhir. Aliran dana asing ini didominasi oleh pembelian saham-saham perbankan dan emiten blue chip ternama.

BCA (BBCA) Jadi Primadona dengan Net Buy Rp1,81 Triliun

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi incaran utama investor asing dengan mencatatkan net buy terbesar mencapai Rp1,81 triliun dengan volume perdagangan 2,1 juta lot. Dalam periode sepekan, harga saham BBCA berhasil menguat sebesar 3 persen, menunjukkan performa yang positif.

Sentimen Positif Dorong Minat pada Sektor Perbankan

Sentimen positif terhadap prospek sektor perbankan besar terus berlanjut, terutama setelah rilis laporan keuangan per kuartal III-2025. Laporan kinerja perusahaan yang solid menjadi pendorong utama minat investor asing untuk berinvestasi di saham-saham perbankan.

Daftar Saham Blue Chip Favorit Investor Asing

Berikut adalah rangkuman saham-saham blue chip yang menjadi favorit investor asing:

  • PT Astra International Tbk (ASII): Rp535,2 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp371,9 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp369,7 miliar
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Rp271,9 miliar
  • PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp189,8 miliar

Fokus pada Saham Big Cap dengan Fundamental Solid

Pola investasi investor asing menunjukkan konsistensi dalam memfokuskan portofolio pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dengan fundamental perusahaan yang solid. Selain sektor perbankan, minat juga terlihat pada sektor consumer goods dan pertambangan alat berat.

Saham Komoditas Jadi Perhatian

Analis pasar modal Michael Yeoh mengungkapkan bahwa tren akumulasi asing tidak hanya terbatas pada saham blue chip tradisional, tetapi juga meluas ke sejumlah saham komoditas. Beberapa saham yang masuk radar antara lain emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Optimisme terhadap Prospek Ekonomi Domestik

Menurut Michael Yeoh, pola akumulasi ini menunjukkan optimisme investor asing terhadap prospek ekonomi domestik Indonesia. "Tren ini menandakan adanya persiapan atau respons positif terhadap kondisi ekonomi dalam negeri, terutama menyusul beberapa kebijakan agresif yang dilakukan oleh Menteri Keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Keputusan investasi di pasar saham tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dalam mengelola portofolionya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar