iPhone 17 Gila-gilaan! Apple Cetak Rekor Rp 66.500 Triliun, Kok Bisa?

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:30 WIB
iPhone 17 Gila-gilaan! Apple Cetak Rekor Rp 66.500 Triliun, Kok Bisa?

Apple Capai Valuasi Saham Sejarah USD 4 Triliun, Didorong Larisnya iPhone 17

Valuasi saham Apple Inc. secara resmi menembus angka fantastis, USD 4 triliun atau setara dengan lebih dari Rp 66.500 triliun. Pencapaian bersejarah ini menjadikan Apple sebagai perusahaan publik ketiga di Amerika Serikat yang mencapai valuasi sebesar itu, menegaskan kembali dominasinya di pasar global.

Lonjakan Saham Apple dan Faktor Pendukungnya

Saham Apple telah menunjukkan kinerja gemilang dengan melonjak lebih dari 56 persen sejak titik terendahnya pada April. Lonjakan ini menambah sekitar USD 1,4 triliun pada nilai pasar perusahaan. Dua pendorong utama kenaikan ini adalah penjualan iPhone terbaru yang sangat kuat dan berkurangnya tekanan tarif yang telah membebani harga saham.

Seorang analis ternama, Dan Ives dari Wedbush Securities, menyoroti pencapaian ini. Ia menyatakan, "Keberhasilan Apple menembus valuasi USD 4 triliun merupakan momen bersejarah dan bukti bahwa Apple tetap menjadi waralaba konsumen terbaik di dunia," meskipun peran perusahaan dalam gelombang AI masih terbatas.

iPhone 17 Jadi Pendorong Utama

Reli saham Apple dipicu oleh tingginya permintaan terhadap iPhone 17. Data dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa dalam 10 hari pertama peluncurannya di pasar kunci seperti AS dan China, seri iPhone 17 mencatatkan penjualan 14 persen lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, iPhone 16. Ini menandai dimulainya siklus peningkatan (upgrade cycle) yang telah lama dinantikan oleh para investor dan analis.

Selain iPhone, Apple juga memperkuat lini produknya dengan meluncurkan versi terbaru iPad Pro, Vision Pro, dan MacBook Pro yang dilengkapi chip M5 terbaru. Langkah ini strategis untuk menyambut musim liburan akhir tahun yang biasanya menjadi periode penjualan tertinggi.

Peta Persaingan dan Pandangan Analis

Pencapaian valuasi USD 4 triliun oleh Apple mengikuti kesuksesan serupa yang diraih oleh Nvidia Corp. beberapa bulan sebelumnya. Microsoft Corp., sesama anggota "Magnificent Seven", juga telah menyentuh level ini, dan kembali melampauinya setelah mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI.

Meski berada di puncak, pandangan analis terhadap prospek saham Apple terbelah. Menurut data, Apple memiliki rasio rekomendasi buy terendah kedua di antara "Magnificent Seven", hanya di atas Tesla Inc. Bahkan, target harga rata-rata saham Apple untuk 12 bulan ke depan masih diperkirakan sekitar 6 persen di bawah harga perdagangannya saat ini, mengindikasikan adanya kekhawatiran tertentu di kalangan investor.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar