Aksi sindikat pencuri sepeda motor gagal total di wilayah Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah ketiga pelaku berhasil diringkus oleh warga yang geram. Peristiwa itu terjadi pada Senin (4/5) lalu, ketika para pelaku yang diketahui berinisial IC (33), R (31), dan seorang remaja berusia 16 tahun tengah berusaha melancarkan aksinya di kawasan permukiman.
Kapolsek Jonggol, Hida Tjahjono, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku sempat dikepung oleh massa setelah aksi pencurian mereka terbongkar. Informasi mengenai pengepungan itu pun segera diterima oleh pihak kepolisian yang langsung bergerak ke lokasi.
“Mendapatkan informasi dari masyarakat adanya beberapa orang laki-laki yang sedang dikepung warga setelah gagal melakukan pencurian satu unit kendaraan sepeda motor, anggota bergegas mengamankan ketiga orang pelaku,” ujar Hida dalam keterangannya pada Selasa (5/5/2026).
Setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, ketiga pelaku mengakui bahwa mereka telah berhasil mencuri tiga unit sepeda motor di wilayah Bekasi. Pengakuan itu sekaligus mengungkap bahwa mereka merupakan buronan yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di wilayah hukum Bekasi.
“Pelaku merupakan DPO dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bekasi,” bebernya.
Polisi kemudian melanjutkan proses penyidikan terhadap ketiga tersangka. Namun, karena sejumlah perkara yang membelit mereka lebih banyak terjadi di wilayah Bekasi, kepolisian memutuskan untuk menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian setempat.
“Selanjutnya para pelaku dan barang bukti termasuk kunci T dilimpahkan untuk proses penahanannya di Polsek Serang Baru, sedangkan penanganan penyidikannya dilakukan secara bersama sesuai TKP masing-masing,” pungkas Hida.
Artikel Terkait
Kopi Susu dan Boba Picu Lonjakan Perlemakan Hati pada Usia Muda
Polisi Bekuk Perampok Sadis Kasir di Pelalawan Kurang dari 12 Jam, Berbekal Foto Selfie Korban
Wakil Mensos: Sekolah Rakyat Hidupkan Kembali Harapan Anak Miskin Akses Pendidikan Layak
MSCI Sorot Kelemahan Transparansi Pasar Modal, Pemerintah Percepat Reformasi