MSCI berencana menggunakan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai acuan tambahan dalam menghitung free float saham Indonesia yang masuk dalam indeks globalnya. Proposal ini sedang dalam tahap konsultasi publik hingga akhir 2025.
Dalam konsultasinya, MSCI mengusulkan pemanfaatan laporan bulanan kepemilikan saham dari KSEI untuk perhitungan free float. Langkah ini diharapkan memberikan gambaran lebih akurat tentang kepemilikan saham di Indonesia.
MSCI menjelaskan bahwa selama ini perusahaan di Indonesia hanya wajib mengungkap pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%. Sementara laporan KSEI memberikan detail lebih rinci untuk kepemilikan di bawah 5%, termasuk klasifikasi investor seperti individu, korporasi, dan lembaga keuangan.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak Didorong Isu Gencatan Senjata di Timur Tengah
Merdeka Gold Resources Lakukan Restrukturisasi Besar, Tunjuk Tiga Direktur Baru
IHSG Melonjak 2,75% Usai Lebaran, Sektor Tekstil Jadi Primadona
IHSG Melonjak 2,75%, Sentimen Positif Warnai Perdagangan Saham