Sementara itu, saham undervalued adalah saham yang diperdagangkan di bawah nilai wajar atau nilai intrinsiknya.
Ini bisa terjadi karena pasar belum mengenali potensi perusahaan, atau ada faktor negatif jangka pendek yang mempengaruhi harga saham.
Baca Juga: Faktor Faktor ini Harus Dipertimbangkan Dalam Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang
Saham ini dianggap murah dibandingkan dengan kinerja dan potensi perusahaan, sehingga mungkin memberikan peluang keuntungan bagi investor yang membelinya.
Penilaian apakah suatu saham overvalued atau undervalued seringkali melibatkan analisis fundamental, yang mencakup tinjauan terhadap laporan keuangan, proyeksi laba, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai perusahaan.
Keadaan pasar dan faktor eksternal juga dapat memainkan peran dalam penilaian ini.
Investor biasanya mencari saham undervalued sebagai peluang investasi, sementara mereka mungkin menghindari saham overvalued karena potensi risiko harga yang tinggi.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jabarhits.com
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi