Surge (WIFI) Tambah 3 Lini Bisnis Telekomunikasi, Targetkan Laba Meningkat
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), emiten dengan ticker WIFI yang juga dikenal sebagai Surge, mengumumkan rencana ekspansi bisnis dengan menambah tiga lini usaha baru di sektor telekomunikasi. Strategi ini bertujuan untuk memperdalam penetrasi internet berkecepatan tinggi di Indonesia dengan menawarkan biaya layanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Meningkatkan Efisiensi dan Membuka Lini Bisnis Baru
Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, menjelaskan bahwa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ini akan dilakukan langsung oleh entitas perseroan. Langkah ini tidak hanya membuka aliran pendapatan baru tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan di masa mendatang.
Ini Dia Tiga KBLI Baru yang Akan Ditambahkan
Berikut adalah tiga klasifikasi usaha baru yang akan diverifikasi dalam Rencana Umum Pemegang Saham (RUPS):
- KBLI 46523 (Perdagangan Besar Telekomunikasi): Perusahaan akan berperan sebagai distributor perangkat telekomunikasi seperti Optical Network Terminal (ONT).
- KBLI 61200 (Aktivitas Telekomunikasi Tanpa Kabel): Bergerak di bidang layanan telekomunikasi nirkabel.
- KBLI 77399 (Sewa Guna Usaha tanpa Hak Opsi): Menyewakan aset perusahaan seperti mesin dan peralatan kepada pihak lain.
Model Bisnis dan Target Pasar
Untuk bisnis distribusi, WIFI akan mengadopsi pola solution-based distribution yang berorientasi pada solusi bagi pelanggan. Sementara untuk bisnis penyewaan, perusahaan akan menyasar perusahaan-perusahaan dengan segmen menengah ke bawah secara nasional yang telah memenuhi persyaratan perizinan.
Proyeksi Kenaikan Laba Perusahaan
Yune memproyeksikan bahwa dengan dijalankannya ketiga lini bisnis baru ini, laba usaha WIFI diperkirakan akan naik sekitar Rp23 miliar. Sementara laba bersih perseroan diprediksi mengalami peningkatan sekitar Rp18 miliar berkat adanya tambahan pendapatan dari kegiatan usaha baru tersebut.
Tahap Selanjutnya: RUPS
Untuk merealisasikan rencana ini, perseroan telah menjadwalkan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu, 26 November 2025. Dalam RUPS nanti, akan dibahas lebih lanjut studi kelayakan mengenai penambahan KBLI baru tersebut.
Artikel Terkait
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 8,9% di Tengah Tekanan Pendapatan
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz