Alunan musik instrumen yang tersambung secara paralel melalui speaker aktif terdengar sayup - sayup menambah suasana asri di tempat ini. Anang Sugiarto kordinator event Dodolan Kampung mengatakan, kegiatan ini awalnya muncul dari ide warga yang kemudian viral dimedia sosial.
Kegiatan ini kemudian mendapat dukungan pemerintah setempat dan ditetapkan sebaagai salah satu tempat tujuan wisata kota. Selain itu, pemerintah kabupaten Lumajang juga akan mengusulkan RW 005 di East Java Tourism Award.
“Jumlah pedagang jajanan di Dodolan Kampung ini saat ini berjumlah 20 orang dan bisa bertambah karena banyak peminatnya bahkan RW sebelah juga ada yang berjualan disini,” tambah Edi.
Sementara itu Dian salah satu pengunjung mengaku, hampir setiap minggu datang ke Dodolan Kampung. Selain harganya murah, makanan dan minuman yang dijual sangat lengkap dari makanan dan minuman jadul hingga menu kekinian.
“ Hari ini belanja es dawet dan kue lumpur. Untuk makanannya enak – enak dan harganya ramah di kantong.”
Agus salah satu juga mengaku setiap minggu tidak pernah absen ke kelokasi Dodolan kampong. Itu karena makanan jadul kesukaanya banyak tersedia di lokasi tersebut.
“ Saya bersama beberapa anggota kelompok senam biasanya kesini setiap minggu pagi. Anggota kami yang sebagian besar lansia sangat merindukan makanan jadul seperti kue lupis, kue lupur ketan bubuk semua tersedia disini,”
Hingga saat ini event Dodolan Kampung sudah berlangsung selama 5 bulan. Tidak hanya menjadi tempat untuk berjualan jajanan ataupun kuliner, namun kegiatan ini saat ini sudah menjadi salah satu tujuan alternatif wisata untuk penghilang penat di tengah rutinitas sehari – hari.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bromotoday.id
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Justru Melemah ke Rp 16.725
Prabowo Desak Percepatan Listrik Masuk ke 5.700 Desa yang Masih Gelap
Harga Minyak Terjun Lesu, Ancaman Surplus 2026 dan Drama Venezuela Jadi Beban
BPJS Ketenagakerjaan Naikkan Batas Klaim JHT via Aplikasi Jadi Rp15 Juta