Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

- Rabu, 01 Juli 2026 | 11:36 WIB
Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juni 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Adapun inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,34 persen, sementara year-to-date tercatat 1,79 persen.

“Secara tahunan terjadi inflasi sebesar 3,34 persen. Secara year to date, terjadi inflasi sebesar 1,79 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (1/7).

Ateng menjelaskan, penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Juni berasal dari kelompok transportasi yang mencatat inflasi 2,29 persen dengan andil 0,28 persen. Tarif angkutan udara menjadi komoditas dominan dengan andil 0,05 persen, disusul pelumas atau oli mesin yang menyumbang 0,01 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mendorong inflasi bulanan dengan andil 0,06 persen dan tingkat inflasi kelompok 0,20 persen. “Komoditi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberi andil inflasi terutama bawang merah, andilnya 0,04 persen. Bawang putih memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan juga beras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” ujar Ateng.

Secara tahunan, tiga kelompok pengeluaran menjadi penyumbang utama inflasi Juni 2026. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,36 persen, didorong oleh ikan segar, beras, minyak goreng, dan cabai merah. Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,69 persen, terutama akibat kenaikan harga emas dan perhiasan. “Ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” kata Ateng.

Ketiga, kelompok transportasi dengan andil 0,55 persen, dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, serta pelumas atau oli mesin.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags