Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 sebesar USD 4,03 miliar, merosot tajam dibandingkan surplus USD 15,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan impor yang signifikan.
“Hingga bulan Mei 2026, neraca perdagangan barang surplus USD 4,03 miliar, ditopang surplus nonmigas USD 16,31 miliar, migas defisit USD 12,28 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Kantor Pusat BPS, Rabu (1/6).
Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 tercatat USD 23,20 miliar, turun 5,73 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar USD 24,61 miliar. Ekspor nonmigas mencapai USD 22,45 miliar, turun 4,5 persen secara tahunan, sementara ekspor migas hanya USD 0,76 miliar, anjlok 31,76 persen.
Sebaliknya, impor justru melonjak. Total impor Mei 2026 mencapai USD 24,81 miliar, naik 22,16 persen dari USD 20,31 miliar pada Mei 2025. Impor nonmigas naik 14,88 persen menjadi USD 20,30 miliar, sedangkan impor migas melesat 70,78 persen menjadi USD 4,51 miliar.
Kinerja Kumulatif Januari-Mei 2026
Secara kumulatif, total ekspor Januari-Mei 2026 mencapai USD 115,36 miliar, naik 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 111,98 miliar. Namun, ekspor migas justru turun 12,71 persen menjadi USD 5,17 miliar, sementara ekspor nonmigas naik 3,89 persen menjadi USD 110,19 miliar.
“Sepanjang Januari sampai dengan Mei tahun 2026, total nilai ekspor mencapai USD 115,36 miliar atau naik 3,02 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama atau periode Januari sampai Mei tahun 2025,” kata Ateng.
Sementara itu, total impor kumulatif Januari-Mei 2026 mencapai USD 111,33 miliar, meningkat 15,24 persen dibandingkan USD 96,60 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Impor migas naik 27,89 persen menjadi USD 17,44 miliar, dan impor nonmigas naik 13,16 persen menjadi USD 93,88 miliar.
Artikel Terkait
Ekspor Indonesia Turun 5,73 Persen pada Mei 2026, Dipicu Anjloknya Logam Mulia
Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44 Persen, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Sensus Ekonomi Dikritik karena Susunan Pertanyaan yang Tak Lazim
BPS: Kejujuran Masyarakat Kunci Sukses Sensus Ekonomi 2026