Kartu Merah Piero Hincapie Akibat Aturan Baru FIFA, Ekuador Tersingkir dari Piala Dunia 2026

- Rabu, 01 Juli 2026 | 13:15 WIB
Kartu Merah Piero Hincapie Akibat Aturan Baru FIFA, Ekuador Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Bek Arsenal, Piero Hincapie, harus menerima kartu merah pada masa injury time saat tim nasional Ekuador dikalahkan Meksiko 0-2 dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Meksiko City, Rabu (1/7/2026). Pengusiran itu terjadi akibat pelanggaran terhadap aturan baru FIFA yang melarang pemain menutup mulut saat berbicara dengan lawan.

Kekalahan ini memastikan langkah Ekuador terhenti, sementara Meksiko melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Inggris atau Republik Demokratik Kongo. Dua gol kemenangan Meksiko dicetak oleh Julian Quinones dan Raul Jimenez sebelum insiden kartu merah terjadi.

Hincapie diusir keluar lapangan oleh wasit Slavko Vincic setelah kedapatan menutup mulut dengan tangan saat menghampiri dan berbicara kepada penyerang Meksiko, Santiago Gimenez. Setelah Gimenez melapor, wasit Vincic langsung memeriksa monitor VAR di pinggir lapangan dan memberikan kartu merah langsung kepada bek Arsenal tersebut.

Insiden ini memicu berbagai reaksi dari para penggemar sepak bola di media sosial X yang menyoroti kecerobohan sang pemain. Aturan baru FIFA ini melarang keras pemain menutup mulut saat berbicara dengan lawan guna mencegah tindakan tidak terpuji yang tidak terlihat kamera.

"Keep your hands away from your mouth!" kata salah satu penggemar.

Suporter lain turut menyesalkan tindakan Hincapie yang dianggap merugikan tim di saat-saat krusial. "So stupid from Hincapie," tambah penggemar lain.

Beberapa pihak juga membandingkan kejadian ini dengan kasus serupa yang terjadi pada fase grup turnamen. "When Almiron did it...you MIGHT get some grace, because the rule is new. Hincapie has 0 excuse," kata penggemar ketiga.

Mantan pemain Liga Primer Inggris, Jobi McAnuff, memberikan analisisnya mengenai pengusiran Hincapie melalui siaran ITV dan menyatakan dukungannya terhadap regulasi ketat yang diterapkan oleh FIFA tersebut. "I'm all for this rule," ujar McAnuff.

Ia menambahkan bahwa penutupan mulut sering kali mengindikasikan adanya ucapan yang tidak pantas dari pemain di lapangan. "At the end of the day, if you're covering your mouth, you're clearly saying something that you shouldn't be saying," kata McAnuff.

Menurutnya, kebijakan ini sangat penting untuk mengatasi isu-isu sensitif yang sulit dibuktikan kebenarannya. "We've had instances where there's alleged racism involved, and we just don't know," tutur McAnuff.

Oleh karena itu, instruksi yang diberikan kepada seluruh peserta turnamen sudah sangat tegas dan tidak boleh dilanggar. "So it's a very clear instruction, the players obviously all know about it. You can't do it," tegas McAnuff.

Ia meyakini Hincapie secara sadar menyembunyikan kata-katanya agar tidak terlihat oleh orang lain. "Clearly he's [Hincapie] obviously saying something that he feels he doesn't want to be seen to be saying, which is why he's covered his mouth," kata McAnuff.

Sebelum tersingkir, Hincapie bermain krusial saat membawa Ekuador menang 2-1 atas Jerman di fase grup. Sang bek kini bersiap menjalani liburan sebelum kembali bergabung dalam latihan pramusim bersama Arsenal, setelah klub London tersebut resmi mengaktifkan opsi transfer permanen senilai 34,5 juta poundsterling dari Bayer Leverkusen.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags