Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, telah menyiapkan formula taktis khusus untuk membongkar pertahanan rapat Republik Demokratik Kongo menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan akan digelar di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB.
Inggris mengantisipasi strategi lawan yang diprediksi menerapkan formasi lima bek setelah mengevaluasi performa menghadapi tim dengan taktik serupa pada fase grup. Skuad Tiga Singa melaju sebagai juara Grup L dengan modal tujuh poin, sementara RD Kongo lolos ke fase gugur dengan status salah satu tim peringkat ketiga terbaik setelah mengantongi satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Inggris menghadapi tantangan kelengkapan skuad menyusul absennya Reece James dan Jarell Quansah akibat cedera pergelangan kaki, yang membuka peluang bagi Djed Spence untuk mengisi posisi bek kanan. Kendati demikian, lini tengah Inggris mendapatkan tambahan kekuatan signifikan setelah gelandang Arsenal Declan Rice dipastikan bugar dan siap diturunkan sejak menit pertama mendampingi Elliot Anderson.
Dalam konferensi pers prapertandingan, Tuchel menegaskan kewaspadaannya terhadap disiplin bermain yang dimiliki oleh tim asuhan Sebastien Desabre tersebut. "Kami akan menghadapi tim yang sangat rapat, mengandalkan kekuatan fisik, dan memiliki organisasi permainan yang baik. Mereka disiplin dalam bertahan, mampu berganti dari tekanan tinggi ke blok rendah, serta berbahaya saat melakukan serangan balik," ujar Tuchel.
Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut menambahkan bahwa barisan pertahanan Kongo terbukti sulit ditembus ketika mereka merepotkan tim-tim besar seperti Portugal dan Kolombia di fase grup. "Mereka tidak banyak memberikan peluang kepada lawan. Kami tahu tantangan yang akan dihadapi dan harus siap berjuang untuk meraih kemenangan," kata Tuchel.
Tuchel juga menegaskan bahwa kendala absennya sejumlah pilar pertahanan tidak akan memengaruhi fokus anak asuhnya untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya. "Cedera adalah bagian dari sepak bola. Kami tentu ingin mereka bersama tim, tetapi sekarang pemain lain harus mengambil peran. Kami akan berjuang sebagai satu kesatuan," tegasnya.
Sementara itu, Declan Rice menyatakan kesiapan fisiknya untuk kembali mengawal lini tengah Inggris setelah sempat diistirahatkan total pada pertandingan terakhir fase grup kontra Panama. "Saya baik-baik saja. Memang sempat ada kekhawatiran mengenai hamstring saya, tetapi itu tidak menghalangi saya untuk berlatih maupun bermain," kata Rice. Gelandang berusia 27 tahun itu sempat mengalami pembengkakan di area betis akibat benturan saat melawan Ghana, namun ia menegaskan situasi tersebut sudah teratasi sepenuhnya oleh tim medis. "Kami memiliki banyak pemain berkualitas. Jika ada pemain lain yang lebih sesuai untuk menghadapi lawan tertentu, saya tidak keberatan selama tim terus melaju dan meraih kemenangan," ujarnya.
Berdasarkan data statistik, Inggris lebih unggul dengan melepaskan 58 peluang dan mencetak enam gol selama fase grup, berbanding terbalik dengan Kongo yang mengemas empat gol dari 34 peluang. Pemenang dari pertandingan babak 32 besar antara Inggris dan RD Kongo ini dijadwalkan akan menghadapi salah satu dari Meksiko atau Ekuador pada babak 16 besar.
Artikel Terkait
Kartu Merah Piero Hincapie Akibat Aturan Baru FIFA, Ekuador Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Mbappe dan Messi Berebut Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Michael Olise Mengintip Rekor Assist Piala Dunia Usai Bawa Prancis ke 16 Besar
Meksiko Kunci Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026, Kalahkan Ekuador 2-0