ESSA Hentikan Sementara Operasi Pabrik Amonia Banggai untuk Pemeliharaan 5 Minggu

- Rabu, 22 April 2026 | 09:40 WIB
ESSA Hentikan Sementara Operasi Pabrik Amonia Banggai untuk Pemeliharaan 5 Minggu

PT ESSA Industries Indonesia (ESSA) baru saja mengumumkan rencana pemeliharaan besar untuk pabrik amonia milik anak usahanya di Banggai. Rencananya, kegiatan ini bakal dimulai bulan depan. Lebih spesifik lagi, operasional di Banggai Ammonia Plant (BAP) yang dijalankan PT Panca Amara Utama (PAU) akan dihentikan sementara.

Menurut perusahaan, pemeliharaan terjadwal ini direncanakan berjalan selama lima minggu, mulai 6 Mei 2026 mendatang. Tentu saja, langkah ini bukan tanpa konsekuensi. Produksi amonia dipastikan akan mengalami penurunan selama periode tersebut.

Corporate Secretary ESSA, Shinta D.U. Siringoringo, menjelaskan lewat keterbukaan informasi di hari Selasa (22/4/2026).

"Kegiatan pemeliharaan terjadwal yang dilakukan perseroan merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menjaga keandalan dan kinerja optimal fasilitas produksi," ujarnya.

Sebenarnya, rencana ini bukan hal yang mendadak. Perseroan sudah lebih dulu menginformasikannya dalam Public Expose dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tujuannya jelas: agar kinerja fasilitas yang disebut-sebut sebagai salah satu pabrik amonia paling efisien di dunia ini tetap terjaga keandalannya di masa depan.

Pabrik yang terletak di dekat Luwuk, Sulawesi Tengah, ini memang bukan fasilitas sembarangan. Mengadopsi teknologi canggih KBR Reforming Exchanger System & Purifier, BAP memproduksi senyawa kimia krusial untuk berbagai keperluan, mulai dari pupuk hingga bahan peledak dan produk petrokimia lain.

Sejak pertama kali beroperasi secara komersial pada Agustus 2018, pabrik ini memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, mencapai 700 ribu metrik ton per tahun. Nah, pemeliharaan mendatang ini diharapkan bisa menjaga ritme dan performa optimalnya untuk tahun-tahun berikutnya.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar