PT ESSA Industries Indonesia (ESSA) baru saja mengumumkan rencana pemeliharaan besar untuk pabrik amonia milik anak usahanya di Banggai. Rencananya, kegiatan ini bakal dimulai bulan depan. Lebih spesifik lagi, operasional di Banggai Ammonia Plant (BAP) yang dijalankan PT Panca Amara Utama (PAU) akan dihentikan sementara.
Menurut perusahaan, pemeliharaan terjadwal ini direncanakan berjalan selama lima minggu, mulai 6 Mei 2026 mendatang. Tentu saja, langkah ini bukan tanpa konsekuensi. Produksi amonia dipastikan akan mengalami penurunan selama periode tersebut.
Corporate Secretary ESSA, Shinta D.U. Siringoringo, menjelaskan lewat keterbukaan informasi di hari Selasa (22/4/2026).
"Kegiatan pemeliharaan terjadwal yang dilakukan perseroan merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menjaga keandalan dan kinerja optimal fasilitas produksi," ujarnya.
Sebenarnya, rencana ini bukan hal yang mendadak. Perseroan sudah lebih dulu menginformasikannya dalam Public Expose dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tujuannya jelas: agar kinerja fasilitas yang disebut-sebut sebagai salah satu pabrik amonia paling efisien di dunia ini tetap terjaga keandalannya di masa depan.
Pabrik yang terletak di dekat Luwuk, Sulawesi Tengah, ini memang bukan fasilitas sembarangan. Mengadopsi teknologi canggih KBR Reforming Exchanger System & Purifier, BAP memproduksi senyawa kimia krusial untuk berbagai keperluan, mulai dari pupuk hingga bahan peledak dan produk petrokimia lain.
Sejak pertama kali beroperasi secara komersial pada Agustus 2018, pabrik ini memiliki kapasitas produksi yang cukup besar, mencapai 700 ribu metrik ton per tahun. Nah, pemeliharaan mendatang ini diharapkan bisa menjaga ritme dan performa optimalnya untuk tahun-tahun berikutnya.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Pabrik Amonia Banggai Kembali Beroperasi Penuh Usai Pemeliharaan Terjadwal
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham