Pemahaman masyarakat soal voucher digital? Menurut Ultra Voucher, masih perlu digenjot. Itulah mengapa emiten dengan kode UVCR ini terus menggalakkan sejumlah strategi agar produknya makin merakyat.
CEO Ultra Voucher, Hady Kuswanto, mengakui tantangannya. Menurutnya, membangun ekosistem yang solid adalah kunci utama.
"Bagi kami, keberadaan ekosistem itu sangat penting," ujar Hady, usai menutup program undian UVGC Raffle di Jakarta, Minggu lalu. "Ini untuk menjawab tantangan memperluas jangkauan dan memperkuat keterlibatan pengguna."
Dengan ekosistem itu, Hady berharap bisa mendorong pendekatan yang lebih kolaboratif. Tujuannya sederhana: agar masyarakat paham betul bagaimana voucher bisa dimanfaatkan dalam keseharian.
Nah, salah satu cara mereka adalah lewat program undian UVGC Raffle. Program ini bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengenalkan voucher dan gift card sebagai metode belanja yang dianggap lebih praktis dan modern.
Hady punya alasan. Kebiasaan memakai voucher digital dan gift card, klaimnya, sudah jadi hal biasa di banyak negara. Baik di negara maju maupun yang sedang berkembang, ini dilihat sebagai bagian dari gaya hidup yang efisien.
"Pemanfaatan inilah yang berpotensi besar untuk diadopsi lebih luas di sini," jelasnya. "Ini seperti langkah menuju modernisasi transaksi, rewards, atau sekadar aktivitas memberi hadiah."
Maka, lewat festival yang digelar bersamaan, UVCR mempertemukan puluhan mitra dari berbagai sektor. Mulai dari ritel, F&B, sampai travel dan lifestyle. Acara itu dijadikan ruang interaksi langsung antara merchant dan masyarakat.
Harapannya, masyarakat bisa mengenal berbagai solusi voucher, gift card, dan loyalty dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
"Ini strategi kami untuk membangun pendekatan kolaboratif," pungkas Hady. "Sekaligus mengembangkan ekosistem yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan yang terus berubah."
Jadi, langkah mereka jelas: tak hanya menawarkan produk, tapi juga membangun pemahaman. Perlahan, tapi pasti.
Artikel Terkait
Aset Investasi Tembus Rp1.084 Triliun, tapi Kontribusi ke PDB Masih Kalah Jauh dari Tetangga
Pemerintah Jajaki Impor Plastik Kemasan dari Malaysia Antisipasi Krisis Global
Pasca-Lebaran, Pencari Kerja Melonjak 140 Persen, Persaingan 1 Lowongan untuk 12 Orang
ITMG Setujui Dividen Final USD64,54 Juta untuk Tahun Buku 2025