Pasar saham Indonesia menutup perdagangan Senin sore (20/4/2026) dengan sentimen negatif. IHSG tercatat melemah tipis 0,52 persen, atau sekitar 39,89 poin, ke level 7.594,11. Tekanan jual terlihat cukup dominan di lantai bursa.
Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak. Dari total saham yang diperdagangkan, 446 saham tercatat turun. Di sisi lain, hanya 263 saham yang berhasil naik, sementara 250 lainnya stagnan atau flat. Volume perdagangannya sendiri cukup tinggi, mencapai 38,02 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,48 triliun.
Yang menarik, pelemahan ini terjadi secara merata di semua sektor. Tak satu pun indeks sektoral yang berhasil keluar dari zona merah hari ini. Market cap pun ikut terdorong ke level Rp13.533 triliun.
Meski mayoritas saham tertekan, ada beberapa saham yang justru melesat dengan performa luar biasa. Saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) jadi pemuncak dengan kenaikan fantastis 34,97 persen ke harga Rp220. Di belakangnya, saham LCKM dan MDIA juga meroket dengan kenaikan hampir 35 persen.
Namun begitu, penderitaan dialami oleh saham-saham di daftar top losers. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) anjlok 15 persen ke Rp24.650. Kemudian, saham XIML dan RISE juga terpuruk dengan penurunan masing-masing 14,67 persen dan 13,03 persen.
Secara keseluruhan, suasana perdagangan hari ini cukup berat bagi investor. Ritme transaksi memang tinggi mencapai 2,42 juta kali tapi itu lebih didominasi oleh aksi jual. Pasar sepertinya masih mencari arah yang jelas untuk bergerak lebih positif di sesi-sesi mendatang.
Artikel Terkait
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 Usai BI Naikkan Suku Bunga, Konflik Iran-AS Kembali Memanas
IHSG Melonjak 3,14 Persen, Saham Bank dan Konglomerasi Dorong Rebound
Bursa Asia Terpuruk, Harga Minyak Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.744, Mayoritas Sektor Tertekan