Program Makan Bergizi Dongkrak Permintaan Susu, Saham Dairy Diperkirakan Naik

- Rabu, 15 April 2026 | 07:35 WIB
Program Makan Bergizi Dongkrak Permintaan Susu, Saham Dairy Diperkirakan Naik

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ternyata tak cuma urusan gizi anak. Di pasar modal, program ini disambut positif dan diprediksi bakal jadi pendorong serius bagi industri susu dalam negeri. Bahkan, bisa jadi katalis pertumbuhan untuk beberapa tahun ke depan.

Analis Bahana Sekuritas melihat peluang besar di sini. Mereka memperkirakan, MBG bisa menambah permintaan susu hingga setara 15% dari total pasar. Khusus untuk segmen susu cair, angkanya lebih menggoda: sekitar 30% dalam dua tahun mendatang. Yang menarik, permintaan ini dinilai punya daya tahan. Program semacam ini, kata mereka, bisa membentuk kebiasaan konsumsi baru yang berkelanjutan.

Menyikapi prospek itu, Bahana pun mulai mengulas sektor dairy dengan rekomendasi "overweight". Beberapa saham yang jadi andalan mereka antara lain Cisarua Mountain Dairy (CMRY), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan Ultrajaya Milk Industry (ULTJ). Target harganya masing-masing Rp6.200, Rp9.200, dan Rp2.500 per saham.

Sebagai gambaran, pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026), harga ketiga saham itu masih di bawah level tersebut. CMRY berada di Rp4.520, ICBP di Rp7.225, dan ULTJ merangkak di Rp1.495 per unit.

Namun begitu, tidak semua analis sepakat sepenuhnya. CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) dalam riset Maret lalu memang mempertahankan rekomendasi "add" untuk CMRY. Mereka sepakat bahwa permintaan dari MBG, ditambah ekspansi kanal distribusi dan inovasi produk, akan menjadi penopang kinerja perusahaan.

Tapi, CGSI juga melakukan koreksi. Mereka sedikit menurunkan proyeksi laba per saham (EPS) CMRY untuk periode 2026-2028, sekitar 3,5% hingga 5,7%. Imbasnya, target harga berbasis DCF pun turun menjadi Rp5.800. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain kenaikan harga bahan baku, biaya promosi yang membengkak, dan persaingan yang makin sengit.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar