Kementerian Sosial bakal segera turun ke lapangan. Tujuannya? Menjangkau dan merekrut calon siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 mendatang. Ini upaya konkret agar anak-anak dari keluarga yang benar-benar kesulitan, termasuk kategori miskin ekstrem, bisa bersekolah dengan layak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa caranya akan berbeda. Bukan lewat pendaftaran biasa di mana orang datang, tapi justru petugas yang akan mendatangi calon siswa dan keluarganya. Pendekatannya aktif, semacam jemput bola.
"Nah kita sekarang sedang bersiap untuk melakukan penjangkauan siswa-siswa Sekolah Rakyat. Jadi tidak ada pembukaan pendaftaran. Semua dijangkau secara aktif,"
ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu lalu.
Pernyataan itu sebelumnya disampaikan di Kantor Kemensos, Jakarta, sehari sebelumnya. Menurutnya, perubahan pola rekrutmen ini penting. Negara harus hadir langsung menjangkau mereka yang selama ini terhalang berbagai rintangan untuk mengenyam pendidikan.
Lalu, bagaimana proses di lapangan nanti? Rencananya, tim gabungan yang terdiri dari pendamping Kemensos, Dinas Sosial, unsur pendidikan, dan BPS akan turun ke rumah-rumah. Mereka tak sekadar mengajak. Tugasnya juga memverifikasi kondisi keluarga, memastikan persetujuan orang tua, dan menilai apakah calon siswa memang sesuai kriteria.
Diharapkan, pendekatan personal semacam ini bisa mengatasi kendala klasik yang kerap muncul. Mulai dari urusan biaya, minimnya akses informasi, sampai keraguan keluarga untuk mendaftar.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kerja ke Rusia dan Prancis
Taman Fatahillah Ditutup Sementara untuk Ibadah Paskah, Museum Tetap Buka
Iran Tuntut Kompensasi US$270 Miliar dari AS, Israel, dan Lima Negara Tetangga
Petugas KRL Manggarai Dapat Penghargaan Usai Hadapi Penumpang Nekat Masuk Gerbong