Mayapada Gandeng Raksasa Konstruksi Tiongkok untuk Bangun RS Terbesar di Indonesia

- Minggu, 21 Desember 2025 | 19:25 WIB
Mayapada Gandeng Raksasa Konstruksi Tiongkok untuk Bangun RS Terbesar di Indonesia

Mayapada Healthcare Group baru saja mengumumkan mitra strategisnya. Mereka menggandeng raksasa konstruksi asal Tiongkok, China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), untuk mewujudkan proyek ambisius: Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Kalau semua berjalan sesuai rencana, gedung ini bakal jadi rumah sakit swasta dengan luas bangunan terbesar se-Indonesia.

Pemilihan CSCEC tentu bukan tanpa alasan. Perusahaan ini punya rekam jejak global yang solid, terutama dalam membangun pencakar langit dan fasilitas kesehatan berskala besar di berbagai belahan dunia. Pengalaman itulah yang jadi pertimbangan utama.

Menurut Navin Sonthalia, President Director & CEO Mayapada Healthcare, kerja sama ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadirkan layanan medis terbaik.

“Infrastruktur rumah sakit berperan penting untuk menciptakan pengalaman pasien yang aman, nyaman, dan berstandar global. Melalui kolaborasi ini, kami memastikan MHJS Tower 3 dibangun dengan standar internasional, teknologi modern, serta mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang,” jelas Navin dalam pernyataannya, Minggu (21/12/2025).

Prosesnya sudah dimulai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis lalu, 18 Desember 2025. Jonathan Tahir, Komisaris Utama Mayapada Healthcare, yang hadir langsung untuk menandatangani dokumen kerja sama dengan pimpinan CSCEC.

Lalu, sebesar apa sih proyek ini? Tower 3 MHJS akan dibangun di atas lahan hampir 27 ribu meter persegi. Total luas bangunannya sendiri mencapai angka fantastis: 110.209 meter persegi. Gedung setinggi 24 lantai plus 4 basement ini dirancang bukan sekadar untuk pelayanan biasa.

Mereka menyiapkannya untuk menjawab tantangan medis masa depan. Mulai dari teknologi kedokteran nuklir untuk penanganan kanker, bedah tumor otak non-invasif, hingga ortopedi berbasis robotik akan ada di sini. Tak cuma itu, kolaborasi dengan Apollo Hospitals India juga akan mengubah gedung baru ini menjadi pusat transfer ilmu bagi para dokter spesialis.

Di sisi lain, kerja sama dengan CSCEC ini sebenarnya seperti kelanjutan dari hubungan yang sudah terjalin. Charlie Salim, Chief Project & Facility Officer Mayapada Healthcare, mengungkapkan bahwa proyek sebelumnya di Surabaya berjalan sukses.

“Pengalaman global CSCEC menjadi fondasi penting dalam mendukung penerapan standar konstruksi yang konsisten dan andal bagi pengembangan fasilitas kesehatan dalam naungan Mayapada Healthcare,” kata Charlie.

Memang, portofolio CSCEC cukup mengesankan. Sebagai kontraktor global, mereka telah membangun proyek-proyek ikonik dari Asia sampai Timur Tengah. Di Indonesia sendiri, mereka bukan nama baru dan sudah terlibat dalam sejumlah Proyek Strategis Nasional.

Komitmen mereka untuk proyek MHJS Tower 3 juga ditegaskan oleh perwakilannya.

“Melalui kolaborasi ini, CSCEC berkomitmen menghadirkan standar konstruksi kelas dunia dan menjadikan proyek MHJS Tower 3 sebagai bangunan rumah sakit yang modern, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem layanan kesehatan di Indonesia,” ungkap Tina He, Deputy General Manager CSCEC Shenzhen Headquarters.

Target operasional Tower 3 ini adalah semester kedua tahun 2027. Menariknya, kolaborasi Mayapada dan CSCEC rupanya tak berhenti di sektor kesehatan. Ada rencana perluasan kemitraan ke sektor strategis lain.

Kedepannya, kerja sama mereka diprediksi akan merambah ke pengembangan pusat data dan fasilitas industri baja. Tujuannya jelas: untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri. Sebuah langkah besar yang patut ditunggu perkembangannya.

Komentar