Pergerakan IHSG pekan ini diperkirakan bakal variatif. Analis memproyeksikan pergerakan indeks akan cenderung mixed, bergerak dalam kisaran 7.300 sampai 7.600. Sebuah pergerakan yang cukup dinamis untuk dicermati.
Dari kacamata teknikal, William Hartanto dari WH Project melihat IHSG masih terjebak dalam pola downtrend channel. Namun begitu, ada secercah sinyal positif yang muncul belakangan ini. Indeks sempat memantul dari garis support-nya, sebuah tanda kondisi jenuh jual atau oversold. Pantulan itu sekaligus membentuk support psikologis yang cukup kuat di area 7.000.
William dalam risetnya yang dirilis Senin (13/4/2026) menyampaikan proyeksinya.
Ia menambahkan, peluang untuk pembalikan arah atau reversal akan semakin nyata. Syaratnya? IHSG harus mampu menembus dan bertahan di atas level 7.600. Level itu jadi kunci penentu apakah tren menengah akan benar-benar berubah.
Di sisi lain, sentimen pasar pekan lalu ternyata cukup mendukung. Penguatan IHSG ditopang oleh beberapa faktor. Dari luar negeri, kabar gencatan senjata antara AS dan Iran disambut positif pasar. Ketegangan geopolitik yang mereda itu memberi ruang napas. Sementara dari dalam negeri, keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang turut menjaga mood investor.
Tak ketinggalan, reli saham-saham konglomerasi juga memberi andil besar. Pergerakan itu mencerminkan keyakinan pelaku pasar bahwa prospek emiten besar masih terlihat solid, setidaknya untuk saat ini.
Artikel Terkait
Saham Sawit Terus Melaju Didorong Optimisme Mandatori B50
Pasar Saham Asia Menguat Didorong Harapan Perundingan AS-Iran
IHSG Melonjak 1,3%, Mayoritas Sektor Berpesta di Awal Perdagangan
Link Net Tembus 5 Juta Home-Passed, Buktikan Ekspansi Jaringan Internet