Bursa saham Asia kembali menunjukkan sinyal hijau di awal pekan ini. Sentimen pasar yang sempat muram akibat ketegangan di Timur Tengah, perlahan mulai berubah. Ternyata, kabar dari meja perundingan berhasil memberi angin segar.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak cukup tajam, naik 2,53 persen ke level 57.932,07. Posisi ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sejak konflik dengan Iran memanas. Tak jauh beda, indeks Topix juga ikut merangkak naik 1,11 persen.
Lalu, apa pemicunya? Rupanya, pernyataan dari Wakil Presiden AS, JD Vance, punya pengaruh besar. Dikutip dari Reuters, Vance menyebut ada kemajuan dalam negosiasi dengan Iran. Salah satu poin penting adalah potensi dibukanya kembali Selat Hormuz untuk jalur pengiriman minyak.
“Risiko tetap ada jika situasi kembali memburuk,” kata Maki Sawada, kepala strategi ekuitas Nomura Securities.
“Namun dengan sentimen yang lebih tenang, perhatian akan beralih ke kinerja laba perusahaan Jepang yang diperkirakan mulai menguat,” tambahnya.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,14% Didorong Aksi Beli Luas di Sesi I
Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, Pemerintah Didesak Perkuat Ketahanan Energi
PGE dan PLN Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Menuju Tahap Konstruksi
Saham Sawit Terus Melaju Didorong Optimisme Mandatori B50