Serangan drone yang dilancarkan Ukraina menghantam sebuah kapal tanker di pelabuhan Taganrog dan sebuah depot minyak di kota Armavir, Rusia selatan, pada Sabtu (30/5). Peristiwa itu dikonfirmasi langsung oleh otoritas setempat di wilayah Rostov dan Krasnodar.
Gubernur Wilayah Rostov, Yury Slyusar, melalui kanal Telegram resminya menyatakan bahwa kebakaran di kapal tanker dan kawasan pelabuhan Taganrog kota berpenduduk sekitar 240.000 jiwa itu telah berhasil dipadamkan. Ia memastikan tidak ada tumpahan minyak yang terdeteksi akibat serangan tersebut. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sementara itu, Wali Kota Taganrog, Svetlana Kambulova, mengumumkan perpanjangan status keadaan darurat lokal yang sebelumnya mulai diberlakukan pada 27 Mei. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari serangan.
Di wilayah tetangga, Krasnodar, pihak berwenang di Armavir kota dengan populasi sekitar 185.000 jiwa melaporkan bahwa kebakaran di depot minyak yang berada di kawasan industri telah berhasil dikendalikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Gubernur Slyusar menambahkan bahwa hampir 50 drone berhasil ditembak jatuh di wilayah Rostov. Serangan drone dilaporkan terjadi di sejumlah titik di provinsi itu yang berbatasan langsung dengan Donbas, Ukraina, yang selama ini menjadi pusat pertempuran sengit antara kedua negara. Di luar kawasan Taganrog, ia menyebut hanya kerusakan ringan yang dilaporkan.
Artikel Terkait
Petugas Darurat Cabut Tiang PJU di Jalan Amblas Lenteng Agung Cegah Risiko Roboh
Presiden Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp 61,25 Triliun Hasil Kunjungan ke Prancis
Bareskrim Periksa Asisten YouTuber RA Terkait Pembelian dan Penggunaan Gas Tertawa Whip Pink
Wagub DKI Ingin Kelola Stadion ala San Siro: Satukan Rivalitas, Bukan Konflik