Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa Rusia dan China akan memperoleh hak istimewa saat melintas di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan Azizi pada Sabtu, menegaskan bahwa kedua negara tersebut termasuk dalam kategori negara strategis yang akan terus menikmati perlakuan khusus dan syarat yang menguntungkan di kawasan perairan tersebut.
Azizi menjelaskan bahwa Rusia dan China selama ini senantiasa mendukung Iran dan menjalin kerja sama erat, terutama di masa-masa tersulit yang dihadapi Teheran. Karena itu, kapal dagang maupun tanker milik kedua negara akan mendapat perhatian khusus ketika melintas di Selat Hormuz.
“Negara-negara strategis, seperti China dan Rusia, akan terus menikmati perlakuan istimewa dan syarat yang menguntungkan pada hal-hal terkait Selat Hormuz,” kata Azizi.
Di sisi lain, ketua komisi Parlemen Iran itu menegaskan bahwa Teheran memiliki hak penuh untuk membuat keputusan apa pun yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Ia menekankan bahwa tidak ada satu pihak pun yang boleh mempertanyakan hak tersebut.
“Selat Hormuz memiliki kepentingan geopolitik yang terkhusus bagi kami. Kawasan tersebut adalah bagian dari perairan teritorial dan geografis kami. Karena itu, Iran memiliki hak untuk membuat keputusan apapun yang dianggap perlu terkait Selat Hormuz, dan tidak ada yang boleh mempertanyakan hak ini,” ujar Azizi.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlangsung di kawasan Teluk Persia, di mana Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi pengiriman minyak dunia. Iran sebelumnya juga telah mengklaim kendali permanen atas selat tersebut, yang kerap menjadi sorotan internasional terkait keamanan navigasi dan stabilitas energi global.
Artikel Terkait
Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam
Polisi Sterilisasi Area Java Jazz Festival, Tak Temukan Benda Mencurigakan
Petugas Darurat Cabut Tiang PJU di Jalan Amblas Lenteng Agung Cegah Risiko Roboh
Presiden Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Bisnis Rp 61,25 Triliun Hasil Kunjungan ke Prancis